Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Sebelum Wukuf

Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Sebelum Wukuf

Kabar duka menyelimuti pelaksanaan puncak ibadah haji di tengah pemberangkatan jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia menuju Padang Arafah. Seperti diberitakan oleh Cahaya, seorang jemaah lansia asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia sebelum rangkaian wukuf dimulai.

Jemaah yang tutup usia tersebut bernama Sukirno (75), seorang warga Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Almarhum merupakan bagian dari kelompok terbang Kloter SOC 17 dan mengembuskan napas terakhir di Arafah, Mekkah, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 05.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang, Siti Mahmudah, membenarkan informasi mengenai wafatnya salah satu jemaah tersebut. Berita duka ini diperoleh langsung dari laporan petugas kloter yang bertugas mendampingi jemaah di Tanah Suci.

Berdasarkan kronologi awal, almarhum diketahui sempat menuju ke fasilitas toilet seorang diri di Padang Arafah sebelum pelaksanaan wukuf. Lantaran tidak kunjung kembali dalam waktu yang cukup lama, istri almarhum kemudian berinisiatif menyusul untuk memeriksa keadaannya.

“Informasi dari ketua kloter, beliau awalnya ke toilet sendirian. Setelah ditunggu cukup lama tidak kembali, kemudian dicari dan saat pintu toilet dibuka, posisinya sudah jatuh dan meninggal dunia,” kata Siti Mahmudah.

Dugaan Kelelahan dan Faktor Kesehatan

Siti Mahmudah mengungkapkan bahwa almarhum Sukirno tidak sedang dalam penanganan medis atau dirawat di klinik kesehatan sebelum insiden tersebut terjadi. Pihak kementerian menduga bahwa kematian ini terjadi secara mendadak saat berada di lokasi penumpukan jemaah.

“Beliau tidak sedang dirawat atau sakit. Kemungkinan terjadi secara mendadak, mungkin karena faktor kelelahan atau riwayat tekanan darah tinggi, namun itu masih sebatas dugaan,” jelasnya.

Saat peristiwa itu terjadi, seluruh jemaah sebenarnya telah berkumpul di Arafah untuk bersiap menjalani puncak ibadah haji. Namun, almarhum meninggal dunia mendahului waktu khutbah dan prosesi wukuf yang lazimnya digelar selepas masuknya waktu shalat Dhuhur.

“Posisinya sudah berada di Arafah untuk persiapan wukuf, tetapi beliau meninggal sebelum puncak pelaksanaan wukuf dimulai,” ungkapnya.

Rencana Pemakaman di Mekkah

Mengenai penyelenggaraan jenazah, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang kini masih menunggu konfirmasi dan koordinasi lebih lanjut dari petugas di Arab Saudi. Kendati demikian, jemaah haji yang wafat di Mekkah biasanya akan dikebumikan di kompleks Pemakaman Ma’la.

Pemerintah Kabupaten Batang bersama seluruh keluarga besar jemaah haji menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sukirno. Semasa hidupnya, almarhum dikenal masyarakat sekitar sebagai figur yang tekun beribadah serta mempunyai kegigihan tinggi untuk menggenapi rukun Islam kelima di usia senja.

Artikel terkait

Rekomendasi