Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Armuzna pada 25 Mei 2026

Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Armuzna pada 25 Mei 2026

Jutaan jemaah dari berbagai negara dijadwalkan bergerak menuju kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Senin, 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 H untuk memulai puncak pelaksanaan ibadah haji.

Pergerakan besar ini menjadi momen paling krusial sekaligus padat karena seluruh jemaah akan melaksanakan wukuf di Arafah, dilansir dari Cahaya berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi bersama petugas haji dari berbagai negara termasuk Indonesia kini bersiaga penuh mematangkan seluruh layanan demi memastikan kelancaran mobilitas tersebut.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, memberikan keterangan terkait kesiapan logistik dan pengaturan jadwal pergerakan jemaah menuju kawasan inti ibadah haji tersebut.

"Rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna ini akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 saat jemaah mulai bergerak dari Kota Makkah menuju Arafah. Fase ini sangat padat dan kompleks, sehingga seluruh layanan harus dipastikan berjalan cepat, tepat, dan aman," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Pihak kementerian menekankan bahwa kesiapan layanan konsumsi menjadi perhatian besar, di mana jemaah asal Indonesia dipastikan menerima paket logistik khusus selama fase puncak berlangsung.

"Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan total 15 porsi makanan siap santap yang disiapkan khusus agar distribusi lebih cepat dan aman," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Penerapan skema makanan siap santap ini sengaja dipilih karena dinilai lebih higienis serta praktis untuk dibagikan di tengah kepadatan massa yang luar biasa.

"Makanan siap santap ini disusun dengan cita rasa Nusantara. Ini sekaligus menjadi pengobat rindu terhadap kampung halaman di tengah pelaksanaan ibadah di Tanah Suci," jelas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Seluruh paket pangan ditargetkan rampung terdistribusi ke hotel-hotel tempat jemaah menginap paling lambat pada Sabtu, 23 Mei 2026.

"Kualitas konsumsi sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik jemaah. Oleh sebab itu, pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusinya nanti," tegas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Tantangan lain yang dihadapi selain kepadatan wilayah adalah kondisi cuaca ekstrem di Makkah dan Arafah yang suhunya bisa menembus di atas 45 derajat Celsius.

"Haji itu puncaknya di Arafah. Jangan sampai tenaganya habis sebelum waktunya. Kami meminta jemaah jangan memaksakan diri melakukan aktivitas tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Selain imbauan fisik, petugas kesehatan juga disiagakan untuk memantau kondisi jemaah risiko tinggi, penyandang disabilitas, dan lansia secara aktif di setiap sektor.

"Petugas kesehatan terus melakukan pemantauan aktif di hotel, sektor, hingga klinik rujukan. Keberhasilan menjaga kesehatan ini bergantung besar pada kedisiplinan jemaah. Ingat, jaga kesehatan, hemat tenaga, dan jangan sungkan meminta bantuan petugas," pungkas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Artikel terkait

Rekomendasi