Kabar duka datang dari Tanah Suci setelah seorang jemaah haji asal Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia di Arafah, Arab Saudi. Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah jemaah tiba di tenda pemondokan menjelang rangkaian puncak ibadah haji, seperti dilansir dari Cahaya.
Jemaah yang wafat diketahui merupakan peserta Kloter 15 KJT Gelombang I asal Ciamis. Pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis pun membenarkan informasi tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam.
Jemaah yang meninggal dunia bernama Sari Adri Martawi (70), warga Kampung Susuru, Kabupaten Ciamis. Almarhumah wafat saat berada di Arafah pada Senin, 25 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, membenarkan kabar wafatnya salah satu jemaah haji asal Tatar Galuh tersebut.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menerima laporan resmi bahwa Ibu Sari Adri Martawi wafat di Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 14.48 waktu Arab Saudi," ujar Nana Supriatna, Selasa (26/5/2026).
Ia turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhumah dan berharap seluruh amal ibadah hajinya diterima Allah SWT.
"Kami atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh ibadah hajinya diterima Allah SWT," katanya.
Jemaah yang Wafat Sempat Masuk Kategori Risiko Tinggi
Sebelum meninggal dunia, almarhumah diketahui masuk kategori jemaah risiko tinggi (risti) berat. Meski demikian, selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, almarhumah tetap aktif mengikuti berbagai rangkaian kegiatan ibadah.
Tercatat, almarhumah telah menjalani umrah wajib, umrah sunah, hingga mengikuti kegiatan ziarah selama berada di Arab Saudi. Selain itu, almarhumah juga beberapa kali mendapatkan pelayanan kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Berdasarkan catatan kesehatan, almarhumah memiliki riwayat penyakit jantung iskemik kronis.
Imbauan untuk Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi
Menyikapi kejadian tersebut, Nana mengimbau seluruh jemaah haji asal Ciamis, terutama lansia dan kategori risiko tinggi, agar lebih menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Kami mengimbau seluruh jemaah, khususnya lansia dan yang memiliki riwayat penyakit, agar mengikuti anjuran petugas kesehatan, mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu, memperbanyak minum, dan segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan," kata Nana Supriatna.
Saat ini, proses pemulasaran hingga pemakaman almarhumah ditangani oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi.