Ratusan jemaah haji asal Gorontalo yang tergabung dalam Kloter 28 dan 30 Embarkasi Ujung Pandang (UPG) bersiap melakukan prosesi lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, pada Rabu. Kegiatan wajib haji ini dilangsungkan setelah para jemaah menyelesaikan fase wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Seluruh jemaah dari kedua kloter tersebut dilaporkan berada dalam kondisi sehat walafiat. Pelaksanaan rangkaian ibadah sejauh ini juga terkonfirmasi berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti.
Ketua Regu 19 Kloter 30 UPG asal Gorontalo Utara, Ali Lihawa, mengonfirmasi bahwa rombongannya telah menuntaskan salat subuh sebelum bergerak menuju tempat pelemparan batu. Sebanyak 393 jemaah dari kloter ini sudah menempati tenda-tenda di Mina.
"Kami baru saja menyelesaikan ibadah Shalat shubuh. Insyaallah pada pukul 10 pagi Waktu Arab Saudi atau Rabu, pukul 15.00 Wita, seluruh Jjemaah akan melontar jumrah," kata Ali Lihawa.
Ali Lihawa menambahkan bahwa situasi di lapangan sangat kondusif bagi para jemaah. Keberhasilan melewati fase-fase krusial sebelumnya membuat para jemaah optimis dapat menyelesaikan tahap akhir ini.
"Alhamdulillah seluruhnya dapat beribadah dengan lancar dan sehat," kata Ali Lihawa.
Sementara itu, pembimbing haji Kloter 28 UPG Gorontalo, Ustadz Jasmin Hilomalo, memaparkan mengenai kondisi para jemaah lanjut usia yang berada di dalam kelompoknya. Kelompok lansia ini dipastikan ikut serta dalam seluruh prosesi utama tanpa ada yang tertinggal.
"Alhamdulillah Jemaah Kloter 28 UPG semuanya bisa mengikuti ibadah Wukuf di Arafah, termasuk Jemaah lanjut usia (lansia)," kata Ustadz Jasmin Hilomalo.
Pihak panitia juga memastikan tidak ada satu pun anggota jemaah dari Kloter 28 yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat sakit. Kondisi fisik yang prima menjadi modal utama kelancaran ibadah di tanah suci.
"Semua rangkaian ibadah yang telah dilalui sangat kami syukuri mengingat kondisi jemaah semuanya dalam keadaan sehat. Semoga rangkaian ibadah selanjutnya dapat berjalan lancar," kata Ustadz Jasmin Hilomalo.
Jadwal pelontaran jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah bagi seluruh jemaah ini diatur untuk dilaksanakan setelah matahari tergelincir atau memasuki waktu zuhur.