Jemaah haji Indonesia diimbau untuk mengenali rute serta lokasi terminal bus Shalawat di sekitar Masjidil Haram. Langkah ini penting agar para jemaah tidak mengalami kebingungan saat berangkat maupun kembali menuju hotel pemondokan.
Dilansir dari Detikcom, bus Shalawat merupakan moda transportasi utama bagi jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Makkah. Layanan transportasi ini beroperasi secara penuh selama 24 jam untuk melayani mobilitas jemaah dari penginapan ke Masjidil Haram.
Pengoperasian bus Shalawat pada musim haji tahun ini difokuskan pada tiga titik terminal utama. Ketiga lokasi tersebut meliputi Terminal Jabal Ka'bah, Terminal Syib Amir, dan Terminal Ajyad atau Jiyad.
Masing-masing terminal mengemban tugas untuk melayani rute yang berbeda-beda. Penentuan rute ini disesuaikan dengan sektor pemondokan tempat para jemaah haji Indonesia menginap selama berada di tanah suci.
Mengingat kondisi Masjidil Haram yang sangat padat setelah waktu salat berjamaah, jemaah diharapkan menghafal patokan fisik setiap terminal. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah kesalahan arah saat jemaah ingin kembali ke hotel masing-masing.
Panduan Patokan Terminal Utama
Bagi jemaah yang menggunakan Terminal Syib Amir, patokan yang bisa diingat adalah keberadaan WC 9. Jemaah perlu mengarah ke sisi kiri, atau jika keluar melalui pintu Marwah setelah melakukan tahalul, segera ambil arah kiri menuju area terminal.
Terminal Ajyad memiliki titik acuan utama pada WC 3 atau pintu 161 yang terletak di dekat Zamzam Tower atau Pintu King Abdul Aziz. Jemaah cukup keluar melalui pintu King Abdul Aziz menuju arah Tower Zamzam, lalu berbelok kanan ke arah WC 3 sebelum menuju belakang menara.
Sementara itu, Terminal Jabal Ka'bah dapat ditemukan di sekitar area Menara Anjum atau WC 6. Jemaah yang menuju kawasan Aziziyah harus mengambil jalur kanan, sedangkan jalur kiri diperuntukkan bagi mereka yang mengarah ke wilayah Jarwal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga mengingatkan jemaah untuk tidak lupa membawa kartu bus Shalawat. Kartu ini berisi informasi krusial mengenai nomor rute serta terminal tujuan yang akan memudahkan petugas dalam memberikan bantuan.
Sejumlah petugas haji telah disiagakan pada berbagai titik strategis di terminal-terminal tersebut. Keberadaan mereka berfungsi untuk membantu mengarahkan jemaah yang mengalami kesulitan menemukan bus yang menuju hotel pemondokan mereka.