Kemenhaj Laporkan 208 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Arab Saudi

Kemenhaj Laporkan 208 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Arab Saudi

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan sebanyak 208 jemaah haji Indonesia harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi hingga Selasa (5/5/2026). Data tersebut dirilis menyusul kondisi suhu ekstrem di wilayah Madinah dan Mekkah yang saat ini mencapai kisaran 37 hingga 39 derajat celcius.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube resmi instansi tersebut menyatakan bahwa sebagian jemaah masih menjalani perawatan intensif. Informasi ini sebagaimana dilansir dari Nasional mengenai perkembangan terkini operasional haji tahun 2026.

"Jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 208 orang dengan 76 orang masih dalam perawatan," kata Maria dalam konferensi pers yang digelar daring melalui akun YouTube Kemenhaj RI, Selasa (5/5/2026).

Maria menambahkan bahwa secara kumulatif terdapat 10.746 jemaah yang memerlukan layanan rawat jalan. Sebanyak 139 orang di antaranya mendapatkan penanganan medis melalui rujukan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Pihak kementerian terus memberikan imbauan agar para jemaah tetap waspada terhadap paparan cuaca panas di Tanah Suci. Kedisiplinan menjaga kesehatan menjadi faktor krusial bagi keselamatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.

"Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik ini memang menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal dan lebih khusyuk," ucapnya.

Berdasarkan data kedatangan pada hari ke-15, otoritas mencatat sudah ada 229 kloter yang diberangkatkan. Total sebanyak 89.051 jemaah dan 912 petugas kini telah berada di wilayah Arab Saudi.

"Dari sisi kedatangan di Madinah, tercatat 219 kloter dengan 85.039 jemaah dan 873 petugas telah tiba dan menempati akomodasi yang telah disiapkan," ucapnya.

Proses mobilisasi jemaah dari Madinah menuju Mekkah dilaporkan berlangsung secara bertahap. Perpindahan ini dimaksudkan agar para jemaah memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

"Hingga saat ini 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di Mekkah untuk melaksanakan rangkaian umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji," imbuh Maria.

Manajemen keberangkatan dan perpindahan lokasi ini tetap dalam pengawasan ketat petugas di lapangan. Maria menekankan pentingnya ketaatan jemaah terhadap seluruh arahan operasional demi menjamin keamanan kolektif.

"Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami kepada seluruh jemaah haji yang telah tertib dan mematuhi arahan petugas," imbuhnya.

Kemenhaj RI berharap sinergi antara jemaah dan petugas dapat terus terjaga secara konsisten di setiap tahapan ibadah. Komunikasi aktif di embarkasi maupun selama di Arab Saudi menjadi prioritas utama penyelenggara.

"Kepatuhan dan kolaborasi ini memang menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini," tandasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi