Jemaah Haji Indonesia Diimbau Maksimalkan Wukuf di Arafah

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Maksimalkan Wukuf di Arafah

Jemaah haji Indonesia diimbau untuk memanfaatkan momentum wukuf di Padang Arafah dengan sebaik-baiknya. Langkah ini penting dilakukan dengan memperbanyak ibadah, zikir, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa secara khusyuk, seperti dikutip dari Nasional.

Padang Arafah merupakan lokasi paling krusial dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Tempat ini juga dikenal sebagai area yang penuh kemuliaan serta sangat mustajab untuk memanjatkan doa.

Jutaan umat Islam berkumpul di tempat ini untuk memohon ampunan serta keberkahan dari Allah SWT. Oleh karena itu, jemaah diingatkan agar tidak menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang kurang bermanfaat agar rangkaian ibadah berjalan maksimal.

Pesan tersebut disampaikan oleh Petugas Tusi Bimbingan Ibadah Daker Bandara sekaligus Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dendi Yuda Safrullah. Mengingat besarnya nilai ibadah di Arafah, Dendi menekankan agar jemaah senantiasa menjaga niat dan saling mengingatkan.

"Karena kita untuk ke Arafah itu tentu tidak gampang. Semua orang ingin hadir di Arafah, maka jangan menyia-nyiakannya dengan misalkan hanya berfoto-foto, bermain HP, atau untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang di luar berzikir," kata Dendi, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, Dendi mengingatkan bahwa jemaah telah melewati perjalanan panjang sejak masa manasik hingga tiba di Tanah Suci. Sebelum bertolak menuju Arafah, jemaah biasanya sudah membersihkan hati dengan saling memaafkan.

"Biasanya para jemaah sudah mengadakan kegiatan semacam istihlal, saling bermaaf-maafan. Itu salah satu upaya untuk membersihkan diri sebelum berangkat berhaji pergi ke Arafah," ujar Dendi.

Jemaah dianjurkan untuk segera mengisi waktu dengan berbagai amalan begitu tiba di Arafah. Dendi memaparkan bahwa mengingat Allah menjadi amalan utama yang sangat ditekankan di lokasi tersebut.

"Sampai di Arafah itu tentu banyak kegiatan-kegiatan terutama memperbanyak zikir, membaca istighfar, membaca Al-Quran, kemudian juga bersolawat," tutur Dendi.

Mengenai kelengkapan panduan doa, jemaah tidak perlu merasa khawatir. Hal ini karena panduan tersebut umumnya sudah tersedia secara lengkap di dalam buku manasik yang dibawa dari Tanah Air.

"Biasanya ada beberapa KBIHU atau jemaah-jemaah yang sudah mempersiapkan dari tanah air. Tapi secara umum di dalam buku manasik untuk jemaah itu sudah ada bacaan-bacaan yang harus dibaca oleh jemaah. Dan itu sangat banyak," kata Dendi.

Terkait pelaksanaan wukuf, jemaah akan mengikuti prosesi khutbah wukuf dan salat berjemaah. Pelaksanaan agenda tersebut sudah diatur di dalam tenda masing-masing maktab.

"Nanti beberapa rombongan itu gabung ditentukan siapa di kloter yang menjadi imam sholat dzuhur, yang biasanya di jamak dan qasar. Kemudian untuk khotibnya ada petugasnya," ujar Dendi.

Setelah rangkaian khutbah dan salat selesai, ia mengingatkan agar sisa waktu wukuf benar-benar dimaksimalkan untuk memohon ampunan serta memanjatkan hajat kepada Allah SWT.

"Karena Arafah salah satu yang disebut maqom ijabah atau tempat dikabulkannya doa atau permohonan kita kepada Allah. Dan ini merupakan puncak dari kegiatan haji. Karena Rasul mengatakan haji itu intinya adalah di Arafah. Barang siapa yang hadir di Arafah, maka dia sudah mendapatkan haji," kata Dendi.

Artikel terkait

Rekomendasi