Jemaah Haji Indonesia Diimbau Segera Tunaikan Tawaf Ifadah

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Segera Tunaikan Tawaf Ifadah

Jemaah haji Indonesia diingatkan untuk segera melaksanakan tawaf ifadah setelah merampungkan seluruh prosesi ibadah di Mina. Kegiatan ini menjadi bagian krusial yang tidak boleh dilewatkan oleh para jemaah.

"Tawaf ifadah, adalah salah satu rukun utama dalam ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jemaah haji. Jika ditinggalkan, ibadah haji seorang itu akan menjadi batal atau tidak sah," kata Kepala Seksi Pembimbing Ibadah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (Bimbad dan KBIHU) Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina, kepada Tim Media Center Haji, Jumat (29/5/2026).

Dikutip dari Detikcom, pelaksanaan tawaf ifadah secara syariat sudah bisa dimulai sejak tanggal 10 Dzulhijjah. Momentum ini tepatnya berlangsung seusai jemaah haji menyelesaikan wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah.

Kendati waktu pelaksanaan sudah diperbolehkan sejak tanggal tersebut, jemaah haji asal Indonesia disarankan untuk mengerjakannya pasca seluruh aktivitas ibadah di Mina benar-benar rampung.

"Kami mengimbau demi keselamatan, demi keamanan, agar melaksanakan tawaf ifadah setelah rangkaian pelaksanaan kegiatan di mina selesai," sarannya.

Erti memaparkan, sebagian besar jemaah asal Indonesia memilih untuk menunaikan tawaf ifadah setelah mereka menyelesaikan masa nafar awal maupun nafar tsani. Jarak geografis yang membentang jauh antara Mina dan Masjidil Haram menjadi alasan utama pemisahan jadwal tersebut.

Kondisi teknis tersebut membuat mayoritas jemaah memilih untuk bertolak menuju pemondokan atau hotel terlebih dahulu. Langkah ini diambil sebelum mereka melanjutkan aktivitas ibadah berikutnya di Masjidil Haram.

"Tetapi sesungguhnya ketika para jemaah akan melaksanakan tawaf ifadah setelah melaksanakan lempar jumroh aqabah juga diperbolehkan," kata Erti.

Saat ini, rombongan jemaah yang mengambil pilihan nafar awal ataupun nafar tsani dilaporkan sudah tiba kembali di hotel masing-masing di Makkah. Mereka bergerak menuju penginapan setelah menyelesaikan mabit sepanjang hari tasyrik di Mina.

"Mereka akan kembali ke Kota Makkah, mereka kembali to hotel, istirahat yang cukup, setelah itu baru melaksanakan tawaf ifadah," kata Erti menambahkan.

Erti juga menggarisbawahi bahwa rangkaian tawaf ifadah tidak hanya sebatas ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran. Jemaah haji juga diwajibkan untuk meneruskan prosesi dengan melakukan sa'i di antara Bukit Shafa dan Marwah, kemudian diakhiri dengan tahalul.

Keberhasilan menyelesaikan seluruh tahapan tersebut menandakan bahwa jemaah telah menuntaskan salah satu rukun haji yang paling krusial. Aktivitas ini sekaligus menjadi penyempurna bagi tahapan tahalul tsani.

"Maka lengkaplah seluruh rangkaian ibadah setelah melaksanakan tahalul tsani pasca tawaf ifadah," jelas Erti.

Artikel terkait

Rekomendasi