Jemaah Haji Indonesia Selesaikan Fase Armuzna dan Kembali ke Makkah

Jemaah Haji Indonesia Selesaikan Fase Armuzna dan Kembali ke Makkah

Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah resmi meninggalkan kawasan Mina untuk kembali ke hotel masing-masing di Makkah pada Sabtu (30/5/2026). Pergerakan ini menandai tuntasnya fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kawasan perkemahan jemaah Indonesia dipastikan telah kosong dan tidak ada lagi jemaah yang tertinggal di dalam tenda-tenda di Mina sejak pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Pemulangan rombongan terakhir ini menandai selesainya seluruh rangkaian lontar jumrah jemaah Indonesia, baik yang mengambil pilihan Nafar Awal maupun Nafar Tsani.

"Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang melakukan Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jemaah Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah tuntas," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI saat meninjau langsung proses akhir pergerakan jemaah di Mina.

Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa seluruh area perkemahan kini sudah bersih dari jemaah asal Indonesia. Jemaah kini bersiap untuk melanjutkan aktivitas ibadah berikutnya di Kota Makkah.

"Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram," katanya.

Manajemen operasional haji pada fase Armuzna tahun ini diklaim mengalami kemajuan yang cukup mencolok dibandingkan sebelumnya. Kendati demikian, evaluasi total tetap akan dilakukan terkait fasilitas akomodasi dan transportasi.

"Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan," tuturnya.

Pihak kementerian mengakui adanya kendala operasional yang terjadi di lapangan. Catatan merah mengenai pelayanan tenda di Mina dan Arafah, serta tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur akan dievaluasi internal.

"Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami," ungkap Dahnil.

Kementerian Haji dan Umrah juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan pelayanan yang dirasakan oleh jemaah selama berada di Armuzna.

"Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami," ucapnya ksatria.

Apresiasi tinggi diberikan kepada ketertiban jemaah haji Indonesia serta dedikasi para petugas yang mengawal pergerakan di lapangan.

"Sekali lagi, terima kasih untuk jemaah-jemaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT," sebut Dahnil.

Petugas di hotel-hotel Makkah diminta untuk tetap bersiaga secara responsif dan simpatik dalam menyambut jemaah guna menghadapi fase pemulangan ke Tanah Air.

"Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jemaah," tegasnya.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) beserta jemaah diimbau untuk membatasi aktivitas fisik yang berlebihan demi menjaga kesehatan menjelang jadwal kepulangan.

"Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air," pungkas Dahnil.

Artikel terkait

Rekomendasi