Jemaah Haji Asal Jakarta yang Hilang Dimakamkan di Makkah

Jemaah Haji Asal Jakarta yang Hilang Dimakamkan di Makkah

Seorang jemaah haji Indonesia bernama Muhammad Firdaus Akhlan (72) dimakamkan di Makkah, Arab Saudi pada Sabtu (23/5/2026) setelah ditemukan wafat akibat terpisah dari pemondokannya selama sepekan.

Almarhum merupakan bagian dari kelompok terbang (kloter) 27 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) yang dilaporkan meninggalkan penginapan di wilayah sektor 9 Misfalah sejak 15 Mei 2026. Keikhlasan terpancar dari sang istri, Nafsiah Nawan, saat mengantarkan suaminya ke tempat peristirahatan terakhir.

Ungkapan rasa terima kasih disampaikan oleh Nafsiah kepada seluruh petugas yang telah mencurahkan bantuan untuk menemukan keberadaan suaminya tersebut.

"Saya hanya mengucapkan terima kasih banyak kepada petugas Indonesia atas bantuannya, saya bersyukur, Masyaallah. Mudah-mudahan atas bantuan dari Indonesia, Allah berikan kesehatan, Allah jaga, Allah pelihara," ungkap Nafsiah, istri almarhum.

Nafsiah kemudian memanjatkan doa terbaik sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.

"Mudah-mudahan Pak Firdaus Allah ampunkan dosanya, diterima amal ibadahnya, diluaskan kuburnya. Sekali lagi saya mohon maaf," tutur Nafsiah, istri almarhum.

Pengawalan terhadap seluruh rangkaian prosesi pemakaman dilakukan langsung oleh pihak perlindungan jemaah untuk memastikan kelancarannya.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Alhamdulillah kita telah memakamkan almarhum Bapak Muhammad Firdaus Akhlan dalam keadaan aman lancar, semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya, dan diampuni segala dosanya, kemudian yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan," pungkas Tulus Widodo, Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam) Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, penemuan jemaah yang hilang ini berawal dari patroli yang dilakukan oleh militer Arab Saudi pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Penjelasan mengenai lokasi penemuan jenazah dipaparkan oleh pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

"Lokasi penemuan di sekitar Jabal Kuday atau sekitar 1,5 sampai 2 kilometer dari pemondokannya," ungkap Muftiono, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi.

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke pihak kepolisian dan tim forensik Arab Saudi guna pemeriksaan dokumen serta identitas. Berdasarkan kondisi fisik, pakaian, dan gelang haji yang masih melekat, korban diperkirakan sudah meninggal dunia selama empat hingga lima hari saat ditemukan. Proses identifikasi tersebut diperkuat oleh kesaksian langsung dari istri almarhum.

Artikel terkait

Rekomendasi