Jemaah haji Embarkasi Makassar yang berada di Zona 5 Mina mulai mengasah kesiapan fisik menjelang puncak ibadah haji. Persiapan ini dilakukan melalui aktivitas jalan santai menuju kawasan Jamarat setelah menunaikan salat Subuh berjamaah.
Kegiatan yang dilansir dari Cahaya ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus memberikan edukasi lapangan. Para jemaah diharapkan dapat mengenali jalur yang akan mereka lalui saat prosesi lontar jumrah nantinya.
Idrus, salah satu Petugas Kloter di Zona 5, menjelaskan bahwa jalan santai ini merupakan bagian krusial dari persiapan di Mina. Edukasi mengenai jalur perjalanan sangat penting agar jemaah memahami mekanisme program tanazul.
"Melalui kegiatan ini, jemaah bisa mengenali langsung medan perjalanan menuju Jamarat, mengetahui titik-titik penting yang akan dilalui, sekaligus melatih kesiapan fisik mereka menghadapi puncak ibadah haji," ujar Idrus, Kamis (14/5/2026).
Rombongan bergerak bersama dari hotel di Sektor 3 Zona 5 Mina menuju Jamarat yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. Selama perjalanan, kebersamaan dan kekompakan antaranggota rombongan tetap dijaga dengan baik.
Kesiapan fisik dan penguasaan lokasi menjadi kunci kelancaran ibadah, terutama saat wilayah Mina dipadati jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia. Pemahaman arah sangat dibutuhkan agar jemaah tidak tersesat atau mengalami kendala fisik.
"Kondisi di Mina nantinya sangat padat. Karena itu, jamaah perlu dibiasakan berjalan kaki dan memahami arah perjalanan agar tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan lontar jumrah," kata Idrus.
Manfaat Simulasi Jalur Jamarat
Selain faktor kebugaran, kegiatan ini dirancang untuk memupuk rasa percaya diri jemaah. Dengan memiliki gambaran medan yang nyata, jemaah dapat lebih tenang saat menghadapi keramaian di puncak rangkaian haji.
Salah seorang jemaah menyatakan rasa senangnya mengikuti simulasi ini karena membantu mempererat solidaritas sesama rombongan. Pemahaman mengenai rute menuju Jamarat memberikan ketenangan batin tersendiri bagi para peserta.
"Kami jadi lebih paham jalur menuju Jamarat dan merasa lebih siap menghadapi prosesi nanti," ujar salah satu jemaah seperti ditirukan Idrus. Melalui pembiasaan ini, solidaritas dan kesiapan mental jemaah Embarkasi Makassar diharapkan semakin kuat.