Tangis haru mewarnai kedatangan jemaah haji asal Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah Arafah. Seperti diberitakan oleh Cahaya, rombongan yang tergabung dalam kelompok terbang 18 embarkasi Banjarmasin (BDJ) ini sampai di lokasi utamanya.
Salah satu jemaah, Siti Rochani (62), tiba di Arafah pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Rasa syukurnya membubung tinggi karena impian beribadah akhirnya tercapai.
"Jika bukan karena pertolongan Allah, saya tidak mungkin berada di sini," kata Siti, Senin (25/6/2026).
Rasa haru yang mendalam dirasakan Siti di sepanjang jalur perjalanan dari Makkah. Hal tersebut dipicu oleh masa tunggu keberangkatan yang memakan waktu sangat lama.
"Perjuangan menunggu sudah 14 tahun," katanya sambil mengusap air mata.
Siti juga menceritakan kondisi fisiknya yang mengalami keterbatasan pada fungsi motorik. Meskipun bagian lutut sulit digerakkan secara normal, semangatnya untuk menyelesaikan rukun Islam kelima tidak surut.
"Lutut ini sakit. Ibu sakit-sakitan di usia ini. Namun takdir Allah membuat ibu mampu untuk ke sini. Bersyukur tak bisa diungkapkan dengan kata-kata," katanya.
Suasana emosional yang sama juga dialami oleh Samilah Laskar Abdullah (62). Jemaah wanita ini langsung meneteskan air mata begitu sampai di kawasan padang Arafah.
"Ya Allah Ya Rasulullah, hamba dari Tanah Bumbu akhirnya tiba di sini, Alhamdulillah," kata dia.
Menjelang pelaksanaan puncak ibadah wukuf pada 9 Dzulhijah 1447 H, Samilah mengaku fokus mematangkan kondisi badan dan mentalnya. Langkah antisipasi yang diambil berupa menjaga stamina serta merangkum daftar doa yang akan dipanjatkan.
"Doa untuk orangtua, anak, semua jemaah haji Indonesia," kata dia.
Gelombang kedatangan jemaah haji asal Indonesia ke Padang Arafah terpantau mulai mengalir sejak Senin (25/5/2026). Proses mobilisasi dari kota Makkah menuju lokasi wukuf tersebut difasilitasi dengan armada bus lewat sistem taraddudi atau penjemputan bolak-balik.
Seluruh jemaah dijadwalkan akan melaksanakan inti ibadah haji, yaitu wukuf bersama di Padang Arafah pada 9 Dzulhijah 1447 H yang jatuh pada tanggal 26 Mei 2026.