Jemaah Haji Tunanetra Asal Indonesia Selesaikan Seluruh Rangkaian Ibadah

Jemaah Haji Tunanetra Asal Indonesia Selesaikan Seluruh Rangkaian Ibadah

Mbah Sarjo Utomo, seorang jemaah haji tunanetra asal Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang 1 YIA, sukses menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dengan selamat. Dilansir dari Detikcom, jemaah tersebut sempat mengalami penurunan kondisi fisik dan pingsan akibat batuk berat saat menjalani puncak haji di Arafah.

Kondisi Mbah Sarjo kini telah membaik dan sedang bersiap di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, untuk bertolak kembali ke Tanah Air pada Senin (1/6/2026). Perjalanan ibadah haji ini berhasil ia lalui berkat pendampingan erat dari anak kandungnya serta bantuan para petugas di lapangan.

Prosesi lempar jumrah di Mina untuk Mbah Sarjo terpaksa dibadalkan atau diwakilkan oleh sang anak demi menjaga keselamatan jiwanya. Langkah ini diambil mengingat jalur pelaksanaan ibadah yang sangat padat dan berisiko bagi jemaah dengan keterbatasan penglihatan.

"Di Arafah, batuk sangat berat sampai sempat pingsan, tapi terus kembali lagi (sadar)," kenang Mbah Sarjo.

Anak kandungnya bertindak sebagai pendamping setia yang memastikan seluruh prosesi ibadah haji tetap berjalan dengan baik. Sang anak mengambil alih seluruh tugas fisik yang dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan ayahnya selama di Tanah Suci.

"Dijalani dengan baik dengan anak saya ini, pendampingnya. Jadi lempar jamaratnya saya badalkan pada anak saya. Gak jalan sendiri, karena jalannya crowded dan saya tidak melihat, nanti malah bahaya. Saat di Mina yang jalan anak saya, bawa dua kantong batu, ya dijalani," jelas Mbah Sarjo.

Kelancaran ibadah ini juga memicu rasa syukur yang mendalam dari Mbah Sarjo kepada pihak penyelenggara. Ia mengapresiasi kesigapan para petugas yang memberikan pelayanan khusus kepada jemaah lanjut usia dan disabilitas.

"Saya terima kasih sekali kepada semua pihak PPIH telah mendampingi perjalanan saya yang ibadah di Madinah, Makkah, dan Arafah itu. Saya terima kasih sekali kepada pihak PPIH," ungkap Mbah Sarjo.

Selama berada di tempat-tempat mustajab, Mbah Sarjo memanfaatkan waktu untuk fokus beribadah dan memohon ampunan. Ia juga menunaikan amanah untuk menyampaikan titipan doa dari kerabatnya di Indonesia.

"Berdoa saya itu senang sekali untuk mohon maaf semua kesalahan-kesalahan saya, dan yang menitip doa-doa juga kita sampaikan di sana," tutur Mbah Sarjo.

Setelah menyelesaikan seluruh rukun haji, ia membawa pulang kurma dan sebuah oleh-oleh mainan titipan dari cucunya yang dibeli saat berada di Madinah. Keterbatasan dana tidak menghalangi niatnya untuk memenuhi keinginan sang cucu tercinta.

"Ini bawa (boneka) unta untuk cucu. Unta, cuma unta dengan sedikit kurma aja karena keterbatasan dana," kata Mbah Sarjo.

Mainan berukuran besar tersebut dimasukkan ke dalam bagasi pesawat untuk dibawa pulang sebagai teman tidur cucunya. Rombongan kloter 1 YIA dijadwalkan terbang kembali ke Indonesia pada hari ini.

"Cucu memang minta unta. Minta unta (untuk) teman tidurnya gitu katanya. Minta yang besar. Untanya di bagasi, waktu di Madinah kita belikan," pungkas Mbah Sarjo.

Artikel terkait

Rekomendasi