Jenazah Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, diberangkatkan dari rumah duka di Jakarta Selatan menuju Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 13.50 WIB. Pejabat negara tersebut wafat pada usia 43 tahun setelah menjadi korban dalam musibah kebakaran di kediaman pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, pada pagi harinya.
Iring-iringan jenazah dilepas dari rumah duka yang berlokasi di Jalan Kartika Utama oleh keluarga dan sejumlah kolega. Sebelum diberangkatkan, mendiang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu setelah belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang melalap rumahnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir sebagai pelayat pertama yang mendampingi pemindahan jenazah sejak dari rumah sakit. Amran memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi bagi negara.
"Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik," ujar Amran.
Sejumlah pimpinan BPK RI turut hadir di lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Anggota I Nyoman Adhi Suryadnyana, Anggota II Daniel Lumban Tobing, Anggota V Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota VI Fathan Subchi, dan Anggota VII Slamet Edy Purnomo. Almarhum merupakan tokoh kelahiran Kolaka yang memiliki riwayat karier panjang di legislatif sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 sebelum menjabat di BPK.
Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menyampaikan bahwa dunia kepemudaan merasa kehilangan sosok inspiratif yang konsisten mendorong peran pemuda dalam pembangunan nasional. Haris menyebut Haerul Saleh sebagai pemimpin yang selalu terbuka terhadap aspirasi generasi muda.
"Bangsa Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang selama ini dekat dengan kalangan pemuda. Almarhum bukan hanya pejabat negara, tetapi juga sahabat bagi banyak anak muda yang ingin belajar tentang pengabdian, integritas, dan pembangunan bangsa," kata Haris.
Menurut catatan riwayatnya, Haerul Saleh merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Semasa di Komisi XI DPR RI, ia dikenal vokal dalam membahas isu kebijakan fiskal, perpajakan, hingga pengawasan keuangan negara.
"Beliau selalu percaya bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pemudanya. Karena itu, beliau sering mendorong agar anak-anak muda tidak apatis terhadap persoalan bangsa dan harus ikut mengawal pembangunan yang bersih serta berpihak pada kepentingan rakyat," lanjut Haris.
DPP KNPI menilai integritas yang ditunjukkan almarhum selama menjabat sebagai pengawas keuangan negara harus menjadi teladan bagi publik. Haerul dianggap mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat meskipun memegang jabatan tinggi.
"Beliau adalah contoh pemimpin yang tetap membumi. Banyak pemuda merasa nyaman berdiskusi dengan beliau karena selalu mendengarkan dengan serius dan memberikan pandangan yang membangun," ujar Haris.
"Selamat jalan Bang Haerul Saleh. Dedikasi dan kepedulian beliau terhadap generasi muda akan selalu menjadi teladan," kata Haris menutup pernyataannya.
Jenazah dijadwalkan akan segera dimakamkan di tanah kelahirannya di Kolaka setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta.