Jokowi Agendakan Keliling Indonesia Mulai Juni Setelah Pulih

Jokowi Agendakan Keliling Indonesia Mulai Juni Setelah Pulih

Mantan Presiden Joko Widodo merencanakan kembali melakukan perjalanan keliling Indonesia mulai bulan depan setelah kondisi kesehatannya dilaporkan telah pulih hampir sepenuhnya, dilansir dari Kompas.

Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik, mengonfirmasi perkembangan kesehatan tersebut sekaligus mengungkap rencana kunjungan ke berbagai wilayah yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Juni 2026.

"Pak Jokowi mengatakan bahwa kondisi kesehatannya sudah pulih 99 persen dan rencananya bulan depan, bulan Juni, bulan Juni, beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat," kata Freddy Damanik pada Rabu (13/5/2026).

Pihak relawan menyatakan bahwa Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu wilayah kuat yang masuk dalam alternatif lokasi kunjungan pertama mendatang.

"Kita belum tahu persisnya tanggal berapa dan lokasinya juga, tapi memang sudah ada beberapa alternatif tempat. Yang paling menguat itu sepertinya ke NTT, karena di sana ada permintaan dari sana untuk pengembangan komoditas rumput laut," kata Freddy Damanik pada Minggu (17/5/2026).

Langkah turun ke masyarakat ini disebut memiliki tujuan utama untuk memelihara ikatan emosional antara Jokowi dengan warga di berbagai daerah.

"Agenda besarnya, visi besarnya tentu kontinuitas emosional, kedekatan emosional kepada rakyat," ucap Freddy Damanik.

Freddy menambahkan bahwa ikatan emosional tersebut memiliki pengaruh kuat dalam konstelasi perpolitikan nasional di luar faktor jabatan formal.

Rencana perjalanan ini juga diarahkan sebagai upaya merawat motivasi dan semangat para relawan beserta basis massa pendukung setia.

Rencana aktivitas menyapa daerah tersebut mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, yang menilai gerakan itu tidak terlepas dari muatan politis.

"Kalau bicara politik atau tidak, ya pasti, karena Pak Jokowi adalah manusia politik," ujar Yunarto Wijaya.

Menurut analisisnya, kehadiran kembali Jokowi di tengah masyarakat memberikan keuntungan elektoral bagi kelompok-kelompok politik yang menjadikannya figur pelindung.

Logika kepuasan publik dinilai memicu sebagian masyarakat merindukan masa pemerintahan sebelumnya di tengah munculnya kontroversi kebijakan terkini.

"Sehingga menjadi sangat lumrah dalam logika kepuasan publik, orang cenderung sebagian di antaranya akan rindu kembali ke masa Jokowi," ucap Yunarto Wijaya.

Yunarto mempertanyakan arah dari kehadiran langsung Jokowi ini, apakah sebagai penjelas kebijakan pemerintah atau justru memanfaatkan momentum kerinduan publik.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, melihat rencana kunjungan lapangan tersebut dari dua sudut pandang berbeda di Jakarta pada Minggu (17/5/2026).

"Pertama, tentu secara normatif, harus diakui bahwa salah satu diferensiasi politik yang ada pada Jokowi itu adalah soal blusukan. Bagaimana politik blusukan itu kan memang cukup melekat dengan Pak Jokowi," kata Adi Prayitno.

Gaya komunikasi langsung ke akar rumput tersebut dinilai tetap dipertahankan meski status kepemimpinan formalnya sudah selesai.

Namun, dari kacamata politik, kunjungan wilayah ini dianalisis memiliki target jangkauan pengaruh yang lebih luas untuk momentum politik ke depan.

"Ada tafsir-tafsir yang terus berhembus kencang, misalnya soal bagaimana Pak Jokowi terus ingin melakukan penetrasi politik ke akar rumput supaya pengaruh politiknya itu akan semakin signifikan," kata Adi Prayitno.

Langkah penetrasi ke akar rumput ini dipandang sebagai persiapan dalam menghadapi dinamika kontestasi politik, termasuk menyambut pemilu pada tahun 2029.

"Ini semacam sekali mendayung dua pulau terlampaui. Satu sisi ini adalah model kesukaan Pak Jokowi, blusukan dan penetrasi ke bawah, tapi pada saat yang bersamaan mungkin ada faedah elektoral yang nantinya diharapkan oleh Pak Jokowi," tutur Adi Prayitno.

Kedekatan masyarakat dengan figur Jokowi diprediksi memicu efek elektoral berantai yang berpotensi mengalir kepada tokoh-tokoh yang mendapat dukungannya.

Artikel terkait

Rekomendasi