Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo merencanakan rangkaian perjalanan dinas ke berbagai wilayah di tanah air mulai Juni 2026 mendatang. Agenda ini bertujuan untuk menyapa masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi internal bersama relawan Projo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah kondisi kesehatannya dinyatakan membaik.
Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik memberikan konfirmasi mengenai rencana tersebut pada Rabu (13/5/2026) usai menemui Joko Widodo. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai keberlanjutan berbagai program pembangunan nasional serta perkembangan dinamika politik yang terjadi saat ini.
"Pak Jokowi menyampaikan beberapa hal kepada relawannya. Yang pertama kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah," ujar Freddy Alex Damanik, Sekretaris Jenderal Projo.
Selain pembahasan mengenai agenda publik, Joko Widodo juga sempat melakukan pembicaraan secara tertutup dengan Ketua Umum Projo Budi Arie selama kurang lebih 30 menit. Fokus pembicaraan tersebut mengarah pada situasi terkini di dalam negeri.
"Sebagai insan politik, tentu mereka juga membahas situasi dan kondisi politik saat ini," ucap Freddy Alex Damanik, Sekretaris Jenderal Projo.
Freddy menambahkan bahwa mantan Wali Kota Solo tersebut masih rutin memantau kondisi sosial ekonomi melalui laporan berkala dan hasil survei. Relawan diminta untuk tetap waspada dan siap membantu masyarakat dalam situasi apa pun.
"Oleh karena itu Pak Jokowi menyampaikan kepada relawannya, agar selalu membantu masyarakat dan selalu bersiap-siap dengan kondisi apapun," tutur Freddy Alex Damanik, Sekretaris Jenderal Projo.
Komitmen Joko Widodo dalam mendukung penguatan struktur partai pendukungnya sudah ditegaskan sejak akhir Januari 2026 di Makassar. Ia memberikan motivasi langsung agar para kader bekerja keras memperluas jaringan pendukung di seluruh pelosok negeri.
"Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI," teriak Joko Widodo, Presiden ke-7 RI.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan mobilisasi ke tingkat administratif paling bawah, mulai dari provinsi hingga kecamatan. Hal ini dilakukan demi membakar semangat para kader partai yang berjuang di lapangan.
"Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI," sambung Joko Widodo, Presiden ke-7 RI.
Mantan Kepala Negara ini menegaskan bahwa faktor fisik tidak menghalangi langkahnya untuk mendatangi seluruh provinsi di Indonesia. Pernyataan tersebut bertujuan untuk memberikan energi positif bagi seluruh mesin pendukung.
"Kalau diperlukan, saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi," ujar Joko Widodo, Presiden ke-7 RI.
Keyakinan tersebut didukung oleh data wilayah administratif yang ia paparkan secara rinci. Joko Widodo optimis mampu menjangkau ratusan kabupaten dan ribuan kecamatan yang tersebar di Indonesia.
"Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup. Kita ini kan punya 38 provinsi, 514 kabupaten/kota dan kira-kira 7 ribu kecamatan, saya masih sanggup," imbuh Joko Widodo, Presiden ke-7 RI.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali menjelaskan bahwa kehadiran Joko Widodo akan diatur secara sistematis agar staminanya tetap prima hingga periode politik 2027-2029. Menurutnya, Joko Widodo telah berpesan untuk terjun langsung memenangkan partai.
"Jadi gini, dari beberapa kali diskusi saya, Pak Jokowi menyampaikan kepada saya, kemarin beliau berpesan untuk menyemangati saya, bahwa beliau akan bersungguh-sungguh. Nanti akan turun langsung, seturun-turunnya ke daerah, untuk membantu perjuangan pemenangan PSI," ujar Ahmad Ali, Ketua Harian PSI.
Ali menekankan pentingnya manajemen energi mengingat tantangan politik yang lebih besar akan dihadapi pada beberapa tahun ke depan. Pihak partai meminta agar kesehatan mantan presiden tetap menjadi prioritas utama.
"Nah, ke depannya kita butuh energi yang lebih. Makanya kemudian kami minta juga beliau untuk tidak menforsir tenaga. Karena pertarungan sesungguhnya itu nanti 2027, 2028, 2029," sambung Ahmad Ali, Ketua Harian PSI.
Konsolidasi nasional diprediksi akan semakin masif setelah pelaksanaan rakernas tahun depan. Mesin partai akan mulai dipanaskan seiring dengan kehadiran langsung Joko Widodo di tengah-tengah kader.
"Insyaallah, kalau selesai rakernas 2027, mungkin ketika kick-off konsolidasi nasional, konsolidasi kedua, kita sudah akan terus memanaskan mesin, beliau sudah akan bersama-sama kita," imbuh Ahmad Ali, Ketua Harian PSI.
Menanggapi aktivitas tersebut, politikus PDI-P Hendrawan Supratikno pada Jumat (15/5/2026) menyebut langkah ini sebagai simbol kompetisi politik. Ia menilai fenomena tokoh politik yang membawa figur besar merupakan hal yang wajar.
"Banyak yang melihat ini sebagai genderang kompetisi," ujar Hendrawan Supratikno, Politikus PDI-P.
Hendrawan menambahkan bahwa strategi mengaitkan diri dengan tokoh besar secara psikologis dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam sebuah kontestasi politik. Baginya, klaim tersebut adalah hal yang lumrah.
"Sejauh yang saya tahu, klaim mengklaim dalam politik, itu hal yang biasa saja. Secara psikologis itu bisa menumbuhkan rasa percaya dan kesanggupan diri," kata Hendrawan Supratikno, Politikus PDI-P.
Meskipun demikian, Hendrawan menyoroti bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya persiapan berebut suara partai tertentu. Ia memprediksi daya tawar seorang tokoh akan sangat bergantung pada tingkat literasi politik masyarakat.
"Keliling kali ini akan dipahami sebagai bagian konsolidasi partai, sebagai upaya persiapan berebut suara untuk partai," ungkap Hendrawan Supratikno, Politikus PDI-P.
Menurut pandangannya, objektivitas masyarakat akan meningkat ketika seorang tokoh sudah tidak lagi menjabat secara resmi. Hal ini dipengaruhi oleh jarak waktu dan posisi jabatan terakhir tokoh tersebut.
"Selain faktor posisi dan jarak waktu yg menurunkan efek pengaruh, literasi politik masyarakat juga meningkat. Masyarakat biasanya dapat info lebih objektif saat seorang tokoh tidak lagi menjabat," ungkap Hendrawan Supratikno, Politikus PDI-P.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai ketergantungan PSI dan Projo terhadap efek figur Joko Widodo masih sangat tinggi. Dominasi pengaruh mantan presiden tersebut dianggap melampaui efek organisasi itu sendiri.
"Sejauh yang kita cermati kan merasa Jokowi effect itu lebih besar daripada Projo maupun PSI effect, sehingga memang ketergantungan PSI sama Projo ke Jokowi kan masih kuat, relatif masih tinggi," kata Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center.
Sebelumnya, kondisi kesehatan Joko Widodo dilaporkan sempat menurun akibat masalah alergi kulit pasca kunjungan ke Vatikan pada 2025. Ajudan Joko Widodo, Kompol Syarif, sempat memberikan keterangan pada 6 Oktober 2025 mengenai pembatasan aktivitas luar ruangan.
โSaat ini beliau masih proses pemulihan, dan dianjurkan agar tidak mengikuti kegiatan di luar ruangan yang terkena panas,โ kata Syarif, Ajudan Jokowi.