Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah mempersiapkan mantan Presiden RI Joko Widodo untuk turun langsung mendampingi mesin partai guna menghadapi Pemilu 2029. Sebagaimana dilansir dari Nasional pada Kamis (14/5/2026), posisi strategis telah disiapkan bagi mantan Kepala Negara tersebut sebagai figur utama perjuangan partai.
Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan bahwa penetapan posisi tersebut merupakan langkah formal partai. Saat ini, fokus internal adalah mengatur jadwal yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi fisik mantan Wali Kota Solo tersebut.
“Pak Jokowi itu di PSI sudah gitu. Nah itu satu, dia akan bersama kami, dan kita sudah menetapkan beliau sebagai patron politik daripada perjuangan PSI ke depan gitu. Hanya tinggal nunggu waktu yang tepat saja, mengingat kesehatan beliau,” ujar Bestari kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2026).
Komitmen keterlibatan ini berakar dari pernyataan yang disampaikan dalam pertemuan internal partai di Sulawesi awal tahun ini. Bestari menyebutkan semangat kader meningkat setelah adanya pernyataan kesiapan dari tokoh tersebut.
“Beliau sudah sampaikan, ‘saya masih kuat turun sampai ke kabupaten kota, bahkan jika dibutuhkan sampai ke kecamatan’. Itu betul-betul membangun semangat gitu loh, membakar semangat kawan-kawan semuanya untuk segera bersiap menyambut kehadiran Pak Jokowi,” tegas Bestari.
Kehadiran mantan kader PDI-P ini diharapkan dapat mempertegas arah politiknya kepada publik secara luas. Bestari menekankan bahwa langkah ini menjadi bukti konsistensi perjalanan politik sang mantan presiden bersama PSI.
“Dan semakin menjadi keyakinan publik bahwa Pak Jokowi sudah tidak di mana-mana, dan berada dengan PSI mulai bersama dengan PSI untuk pemenangan pemilu 2029 tentunya,” imbuhnya.
Terkait teknis perjalanan ke berbagai wilayah, PSI menyatakan memegang kendali penuh atas penyusunan jadwal tersebut. Hal ini menanggapi klaim dari kelompok relawan mengenai rencana kunjungan kerja ke daerah-daerah pada bulan depan.
“Kita yang menyiapkan. Saya enggak tahu itu Projo, Projo apa ya? Projo kan bukannya bukan Pro Jokowi? Bukan Pro Jokowi, pada waktu itu pernah ngomong. Jadi agak membingungkan lu menanyai saya ini Projo, Projo mana? Yang sudah enggak Pro Jokowi lagi?” ujar Bestari.
Penyusunan peta jalan ini sudah dimulai sejak pelaksanaan rapat kerja nasional di Makassar. Meskipun sifatnya terbuka bagi siapa saja, koordinasi politik praktis tetap berada di bawah pengaturan partai.
“Tapi kalau mengenai Pak Jokowi akan ke mana, kita sedang mempersiapkan itu dari mulai rakernas itu, Rakernas PSI di Makassar. Kita mempersiapkan roadmap-nya perjalanan Pak Jokowi ini menuju pemenangan PSI 2029,” imbuhnya.
Mengenai kabar pemulihan kesehatan yang beredar, Bestari memberikan penegasan bahwa informasi medis hanya bisa divalidasi oleh tenaga profesional yang menangani secara langsung. Pihak partai memilih untuk tetap bersandar pada masukan tim medis.
“Yang memahami kesehatan Pak Jokowi tentu adalah dokternya Pak Jokowi dong. Bukan Projo,” ujar Bestari.
Pelaksanaan agenda di lapangan tetap akan menyesuaikan dengan momentum politik yang paling menguntungkan bagi partai. Kendati demikian, janji untuk bekerja keras memenangkan pemilu mendatang tetap menjadi prioritas utama.
“Hanya tinggal nunggu waktu yang tepat saja mengingat kesehatan beliau,” ucapnya.
Di sisi lain, pihak relawan memberikan keterangan berbeda mengenai rencana aktivitas sang mantan presiden setelah bertemu pada awal Mei. Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menyebutkan adanya rencana kunjungan masyarakat yang akan segera dimulai.
“Pak Jokowi menyampaikan beberapa hal kepada relawannya. Yang pertama kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah,” ujar Freddy kepada Kompas.com, Rabu (13/5/2026).
Freddy juga memaparkan adanya diskusi intensif antara pimpinan relawan dengan mantan presiden mengenai situasi nasional terkini. Pertemuan tersebut diklaim membahas arah keberlanjutan program pembangunan pemerintah.
“Sebagai insan politik, tentu mereka juga membahas situasi dan kondisi politik saat ini,” ucapnya.
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sebelumnya sempat memberikan penjelasan mengenai makna nama organisasinya untuk menghindari salah tafsir di media. Penjelasan tersebut disampaikan saat pelaksanaan kongres organisasi pada November 2025.
“Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi Projo itu sendiri artinya adalah negeri dalam bahasa Sansekerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat,” ujar Budi Arie di sela Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Ia menambahkan bahwa penggunaan istilah yang merujuk pada individu tertentu lebih didasari oleh kemudahan penyebutan dalam pemberitaan. Hingga saat ini, Projo tetap menggunakan nama tersebut sebagai identitas organisasi.
“Projo. Memang enggak ada (kepanjangannya). Cuman teman-teman media kan ya Projo, Pro Jokowi, itu kan karena gampang dilafalkan aja,” ujar dia.