Mantan Presiden RI Joko Widodo mengumumkan rencana untuk kembali berkeliling ke sejumlah wilayah di Indonesia dalam waktu dekat setelah kondisi kesehatannya dinyatakan pulih total. Agenda kunjungan ke berbagai daerah tersebut dipersiapkan untuk memenuhi undangan yang datang langsung dari masyarakat.
Rencana perjalanan ini dikonfirmasi langsung oleh Joko Widodo saat ditemui di kediamannya yang berlokasi di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Senin (25/5/2026). Selain untuk bersilaturahmi dengan warga, ia menjelaskan bahwa kehadirannya di daerah juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat setempat.
"Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada," ujar Joko Widodo dilansir dari detikJateng.
Mantan Wali Kota Solo tersebut juga menegaskan bahwa aktivitas safari ini murni didasari oleh permohonan warga di daerah. Ia enggan berspekulasi lebih jauh ketika ditanya mengenai kemungkinan agenda tersebut sebagai langkah persiapan awal menyongsong Pemilihan Presiden 2029 demi mendukung Gibran Rakabuming Raka.
"Dan itu juga untuk memberikan motivasi," jelas Joko Widodo.
Joko Widodo kembali menegaskan faktor pendorong utama keputusannya untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia tersebut.
"Karena ada undangan dari daerah," tegas Joko Widodo.
Terkait kesiapan fisik untuk kembali beraktivitas penuh ke berbagai wilayah, Joko Widodo memastikan kondisinya sudah sangat membaik dan siap menjalankan agenda tersebut.
"Ya seperti ini kan, udah. Memenuhi undangan-undangan di daerah berarti kan, udah. Ya, udah siap. Insyaallah udah siap," imbuh Joko Widodo.
Ketika jurnalis mencoba meyakinkan kembali mengenai kepulihan fisiknya secara menyeluruh, Joko Widodo memberikan tanggapan secara santai.
"Ya, kamu tiap hari kan lihat," seloroh Joko Widodo sembari tertawa.
Sebelumnya, rencana perjalanan bertajuk Jokowi Returns ini sudah mulai dibahas oleh sejumlah pihak, termasuk organisasi relawan dan partai politik yang menyatakan kesiapan mereka untuk mendampingi. Beberapa wilayah yang dijadwalkan masuk dalam daftar kunjungan awal antara lain Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat.
Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik mengonfirmasi bahwa Joko Widodo sempat menyampaikan perkembangan kesehatannya saat bertemu dengan Ketua Umum Projo Budi Arie di Jakarta Timur pada awal Mei.
"Pak Jokowi menyampaikan beberapa hal kepada relawannya. Yang pertama kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah," ujar Freddy Alex Damanik kepada Kompas.com.
Pertemuan pimpinan relawan dengan Joko Widodo diproyeksikan akan digelar secara rutin setiap tiga bulan. Freddy Alex Damanik menambahkan bahwa dalam pertemuan di Rawamangun tersebut, Joko Widodo sempat berdiskusi empat mata dengan Budi Arie.
"Ada banyak pimpinan relawan, namun dalam pertemuan tersebut Budi Arie dan Pak Jokowi ada pembicaraan empat mata lebih kurang 20 sampai 30 menit," kata Freddy Alex Damanik kepada wartawan.
Di sisi lain, persiapan teknis mengenai jadwal perjalanan ini sempat memicu perbedaan pandangan antara relawan Projo dan Partai Solidaritas Indonesia. Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan bahwa pihaknya yang berwenang mengatur linimasa perjalanan Joko Widodo.
"Kita yang menyiapkan. Saya enggak tahu itu Projo, Projo apa ya? Projo kan bukannya bukan Pro Jokowi? Bukan Pro Jokowi, pada waktu itu pernah ngomong. Jadi agak membingungkan lu menanyai saya ini Projo, Projo mana? Yang sudah enggak Pro Jokowi lagi?" ujar Bestari Barus kepada Kompas.com.
Sementara itu, kelompok relawan lain menilai agenda kunjungan ini memiliki dampak strategis bagi perekonomian. Penanggung Jawab Rumah Juang Relawan Jokowi untuk Prabowo-Gibran, Utje Gustaaf Patty, menilai Joko Widodo masih memiliki kapasitas besar untuk menggerakkan potensi ekonomi di daerah melalui program hilirisasi komoditas unggulan pasar ekspor.
"Pak Jokowi masih punya energi. Kekuatan Pak Jokowi itu adalah interaksi langsung dengan masyarakat," kata Utje Gustaaf Patty saat dihubungi Akurat.co.
Utje Gustaaf Patty menambahkan bahwa peran yang diambil Joko Widodo ini diharapkan dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi warga setempat di tengah keterbatasan ruang gerak pemerintah.
"Tidak semua bisa dikerjakan oleh pemerintah kan? Kita semua sebagai anak bangsa punya kewajiban membantu. Ini peran yang diambil oleh Pak Jokowi, bagaimana mendorong potensi ekonomi di daerah bisa ditingkatkan," jelas Utje Gustaaf Patty.
Beberapa daerah yang diproyeksikan menjadi fokus pengembangan komoditas dalam program hilirisasi ekonomi ini meliputi Tegal untuk jagung, Kabupaten Karo dan Brastagi untuk jeruk, Temanggung untuk kopi, Kendal untuk alpukat, serta Nusa Tenggara Timur untuk rumput laut.
"Ini peran yang diambil oleh Pak Jokowi. Bagaimana mendorong potensi-potensi yang ada di masyarakat untuk minimal memperkuat diri mereka sendiri, berbicara soal ketahanan ekonomi," kata Utje Gustaaf Patty.
Tim penasihat Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap potensi komoditas di daerah lain sebelum memperluas rute perjalanan.
"Sementara itu yang sudah dirintis. Daerah lain juga bisa tetapi tentunya timnya Pak Jokowi akan mengkaji dulu," ujar Utje Gustaaf Patty.