BPS Melaporkan Jumlah Penduduk Indonesia Capai 284 Juta Jiwa

BPS Melaporkan Jumlah Penduduk Indonesia Capai 284 Juta Jiwa

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 telah menyentuh angka 284,67 juta jiwa. Data tersebut disampaikan dalam rilis resmi di Jakarta pada Selasa (5/5/2026), yang juga menunjukkan mayoritas penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Hasil pendataan menunjukkan bahwa 55,65 persen dari total populasi bermukim di Pulau Jawa. Dilansir dari Money, pertumbuhan penduduk Indonesia secara tahunan mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode pendataan sebelumnya pada tahun 2020.

"Laju pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 1,08 persen per tahun, melambat dari kondisi terakhir pada Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) sebesar 1,10 persen," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Amalia menjelaskan bahwa survei ini merupakan instrumen penting untuk memetakan dinamika masyarakat. SUPAS berfungsi mengisi celah informasi di antara dua pelaksanaan sensus penduduk yang dilakukan secara berkala.

"SUPAS dilaksanakan di antara dua periode sensus penduduk untuk memperoleh berbagai indikator demografi seperti fertilitas, mortalitas, dan mobilitas," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Secara demografis, struktur usia penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok muda. Sebanyak 68,92 persen penduduk dikategorikan sebagai Generasi Z, Milenial, dan Post-Gen Z, sementara rasio ketergantungan tercatat naik menjadi 45,05 dari angka sebelumnya 44,33.

"Angka ini naik dari 44,33 pada pendataan LF SP2020," imbuh Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Sektor kesehatan menunjukkan perbaikan signifikan melalui penurunan Angka Kematian Bayi (IMR) dan Angka Kematian Ibu (MMR). IMR tercatat sebesar 14,12 kematian per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan MMR turun menjadi 144 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

"Dari sisi domestik, DKI Jakarta menjadi daerah dengan persentase migrasi keluar antarprovinsi terbesar, baik seumur hidup maupun risen," tutup Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Artikel terkait

Rekomendasi