Juri LCC 4 Pilar MPR RI di Pontianak Picu Amuk Netizen

Juri LCC 4 Pilar MPR RI di Pontianak Picu Amuk Netizen

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi di Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak menjadi sorotan negatif setelah potongan videonya viral di media sosial. Kompetisi yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan semangat nasionalisme ini justru banjir kritik tajam dari publik.

Kericuhan di jagat maya bermula dari penilaian dewan juri yang dianggap tidak konsisten. Dilansir dari Suara, momen krusial tersebut melibatkan Regu C dari SMAN 1 Pontianak dan Regu B dari SMAN 1 Sambas yang tengah bersaing di arena lomba.

Dalam video yang beredar pada Selasa, 12 Mei 2026, Regu C menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota BPK. Namun, dewan juri menyatakan jawaban tersebut salah. Ketegangan memuncak ketika Regu B memberikan jawaban yang secara substansi sama, tetapi juri justru memberikan poin benar dan mengesahkannya.

Perbedaan perlakuan ini memicu perdebatan sengit di lokasi kegiatan. Salah satu juri berdalih bahwa keputusan tersebut diambil karena masalah kejelasan suara dari peserta Regu C. Juri berkilah bahwa artikulasi peserta tersebut kurang jelas sehingga dianggap tidak sesuai dengan kunci jawaban.

Selain dewan juri, pembawa acara atau MC dalam kegiatan tersebut juga tidak luput dari kemarahan netizen. MC dinilai tidak netral karena berusaha meyakinkan penonton bahwa juri sangat kompeten dan meminta peserta menerima keputusan dengan lapang dada.

Bahkan, sang MC sempat melontarkan pernyataan yang menyebut protes peserta kemungkinan "hanya perasaan saja". Ucapan ini dianggap memperkeruh suasana di tengah ketidakadilan yang dirasakan oleh para peserta lomba.

Netizen segera membanjiri kolom komentar dengan berbagai sindiran pedas terkait alasan artikulasi yang digunakan juri. Beberapa pengguna media sosial menyarankan agar para pengambil keputusan melakukan pemeriksaan kesehatan telinga karena dianggap gagal mendengar jawaban peserta dengan baik.

"Artikulasi penting, tapi bersihin telinga juga penting," tulis salah satu netizen dalam unggahan akun Rumpi Gosip.

Komentar lain menimpali dengan nada serupa mengenai perlunya seleksi ketat bagi dewan juri. "Pentingnya pilih juri yang nggak ada masalah THT," tulis akun lainnya.

Pembelaan MC yang mengeklaim juri sangat teliti juga menjadi sasaran kritik karena dianggap bertolak belakang dengan fakta di lapangan. "Sangat berkompeten dan sangat teliti, pret," tulis netizen yang merasa geram dengan sikap pembawa acara tersebut.

Beberapa netizen bahkan menyamakan kekacauan sistem penilaian ini dengan situasi di jalanan. "Juri persis jukir alias juru parkir. Ngeyel," cetus seorang pengguna media sosial. Ada pula yang menyarankan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) layaknya dalam pertandingan sepak bola untuk memastikan keadilan.

"Cerdas cermat juga butuh VAR biar cermat," tulis seorang netizen menggambarkan kekecewaannya. Fenomena ini kemudian dirangkum oleh satu komentar yang dinilai paling ironis terhadap esensi dari kompetisi akademik tersebut.

"Cerdas cermat, sungguh jurinya tidak cermat," tulis seorang netizen. Ungkapan ini menyoroti bagaimana sebuah lomba yang menuntut ketelitian justru dipimpin oleh pihak yang dianggap gagal memberikan evaluasi yang adil bagi para siswa berprestasi.

Artikel terkait

Rekomendasi