Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengharapkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mampu memicu persatuan dunia internasional dalam membantu rehabilitasi Gaza, Palestina. Harapan tersebut disampaikan selepas pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/5/2026), dilansir dari Cahaya.
Situasi di wilayah Gaza pada tahun ini dinilai lebih tenang berkat adanya gencatan senjata jika dibandingkan dengan tahun lalu yang diwarnai serangan bersenjata. Mantan wakil presiden tersebut juga menyerukan kepada umat Islam untuk memetik hikmah ketakwaan, persatuan, dan pengorbanan dari perayaan Idul Adha.
Komunitas internasional dinilai memegang peran krusial dalam menangani dampak kemanusiaan serta proses pembangunan kembali wilayah Gaza pascakonflik. Momen keagamaan ini diharapkan menjadi pengingat bagi negara-negara di dunia untuk mempertegas dukungan kepada warga Palestina.
“Mudah-mudahan mereka sepakat, mudah mudahan kemudian dunia ini bersatu untuk merehabilitasi semua itu (Gaza). Ya, itu masalahnya,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan usai salat Id.
Harapan mengenai tercapainya kesepakatan damai secara menyeluruh terus digaungkan demi perbaikan kondisi kemanusiaan di Palestina. Penguatan solidaritas global menjadi poin penting yang disoroti dalam menyikapi perkembangan situasi terkini di kawasan tersebut.
“Ya, kalau di Gaza kan agak lumayan dibanding dengan tahun lalu. Tahun lalu penuh dengan serangan, sekarang ada gencatan senjata,” ucap Jusuf Kalla.
Selain memberikan pandangan mengenai isu internasional, perayaan Idul Adha juga ditekankan sebagai sarana memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Pesan mengenai nilai-nilai pengorbanan dan kebersamaan tersebut selaras dengan khutbah yang disampaikan di Masjid Agung Al-Azhar.
“Seperti tadi khotbah itu bahwa kita selalu mengingat pengorbanan itu dan juga tentu apa itu suatu persatuan, ibadah, dan juga kepercayaan kepada Allah,” ucap Jusuf Kalla.
Pada peringatan hari raya tahun ini, aktivitas sosial berupa pembagian hewan kurban juga tetap dijalankan di beberapa wilayah. Pendistribusian tidak hanya berpusat di Jakarta, melainkan menjangkau hingga ke daerah lain seperti Makassar dan Sumatera Barat.
“Saya (kurban) di beberapa tempat. Di Makassar, di Sumatera Barat, juga di sini (Al Azhar),” ucap Jusuf Kalla.