Rangkaian puncak ibadah haji memasuki fase krusial saat jutaan jemaah bergerak secara bertahap dari wukuf di Arafah menuju mabit di Muzdalifah, hingga berlanjut ke ritual lempar jumrah di Mina yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 2026.
Prosesi perpindahan massal ini menjadi salah satu tahapan paling kompleks dalam operasional haji karena menggerakkan jutaan orang secara bersamaan. Seperti dilaporkan oleh media Cahaya, Otoritas Arab Saudi telah mengerahkan ratusan ribu personel untuk menjamin kelancaran arus pergerakan, fasilitas kesehatan, dan keamanan selama fase akhir ibadah ini.
Dilansir dari Arab News, tercatat lebih dari 1,7 juta umat Muslim sudah memadati kawasan Mina sebelum fajar pada Rabu untuk melaksanakan ritual lempar jumrah. Prosesi ini menandai dimulainya Hari Raya Idul Adha 2026 setelah para jemaah menyelesaikan mabit atau bermalam di Muzdalifah.
Sebelumnya, jemaah yang bergerak dari Arafah telah mengumpulkan batu kerikil di Muzdalifah pada Selasa malam. Kerikil tersebut disiapkan untuk ritual melempar Jumrah Aqabah, yaitu pilar terbesar dari tiga jumrah yang melambangkan setan, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi, SPA.
Perjalanan jemaah dari Padang Arafah menuju Muzdalifah berlangsung sepanjang malam dengan pengawalan operasi keamanan, kesehatan, dan transportasi berskala besar. Jutaan jemaah yang mengenakan pakaian ihram putih berjalan kaki melintasi jalur pedestrian sepanjang sekitar 25 kilometer.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa jalur pedestrian dari Arafah menuju Mina melalui Muzdalifah tersebut merupakan jaringan pejalan kaki terpanjang di dunia yang khusus digunakan untuk perkumpulan massal. Untuk mengantisipasi suhu panas gurun yang menyengat, otoritas memasang stasiun penyemprot kabut air di berbagai titik sepanjang rute perjalanan.
Selama di Muzdalifah, umat Muslim menghabiskan malam dengan memanjatkan doa dan membaca Al-Qur’an. Mereka kemudian bersiap kembali ke Mina saat fajar tiba untuk menjalani lempar jumrah pertama pada hari ketiga haji, yang dikenal sebagai Yawm Al-Nahr atau Hari Raya Kurban.
Pihak berwenang Arab Saudi memastikan arus pergerakan jutaan orang tersebut tetap berjalan lancar. Kondisi kondusif ini tercapai berkat koordinasi ketat antara personel keamanan, tim medis, serta petugas lapangan yang mengelola transportasi, sanitasi, dan respons darurat.
Rangkaian Ritual Idul Adha 2026 di Tanah Suci
Hari ketiga ibadah haji ini bertepatan dengan hari pertama Idul Adha. Momentum besar bagi umat Islam ini dilaksanakan demi memperingati keteguhan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya untuk menjalankan perintah Allah.
Seusai merampungkan lempar jumrah pertama, para jemaah dijadwalkan melakukan penyembelihan hewan kurban. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan mencukur atau memotong rambut sebagai simbol tahallul awal, yang menandakan jemaah keluar sebagian dari keadaan ihram.
Banyak jemaah langsung meneruskan perjalanan ke Masjidil Haram di Makkah guna melaksanakan Tawaf Ifadah dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali, serta menjalankan sai di antara Bukit Safa dan Marwah. Setelah seluruh ritual tersebut selesai, jemaah akan kembali ke Mina untuk melanjutkan lempar jumrah pada hari-hari tasyrik berikutnya.
Puncak Spiritual Wukuf di Padang Arafah
Pada hari Selasa sebelum pergerakan ke Mina, jutaan jemaah telah berkumpul di Padang Arafah untuk menjalani wukuf yang menjadi inti spiritual dari ibadah haji. Jemaah berdiam diri untuk berdoa dan mendengarkan khutbah haji tahunan di Masjid Namirah, sebelum bergerak menuju Muzdalifah setelah matahari terbenam.
Kawasan Arafah yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Makkah memiliki kedudukan penting dalam sejarah Islam karena dikaitkan dengan tempat bertemunya kembali Nabi Adam AS dan Hawa. Di area ini, perhatian jemaah berpusat di Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang, tempat utama untuk berdoa dan bermuhasabah.
Statistik dan Lonjakan Jumlah Jemaah Haji 2026
Otoritas Arab Saudi merilis data resmi yang menunjukkan jumlah jemaah haji tahun ini menembus angka 1.707.301 orang. Total kehadiran ini mencatatkan kenaikan sekitar 2,04 persen jika dibandingkan dengan operasional haji pada tahun 2025.
Dari total tersebut, sebanyak 1.546.655 jemaah datang dari luar Arab Saudi, sedangkan 160.646 orang merupakan jemaah domestik serta warga setempat. Mayoritas dari total jemaah internasional tersebut tiba di Arab Saudi melalui jalur udara.
Pejabat Arab Saudi menjelaskan bahwa peningkatan jumlah jemaah ini didukung oleh perluasan layanan, digitalisasi sistem haji, serta integrasi yang lebih solid antar sektor keamanan, kesehatan, dan logistik. Pemerintah setempat juga memperluas jangkauan program Makkah Route Initiative.
Fasilitas Makkah Route Initiative ini mempermudah jemaah karena proses imigrasi dan kepabeanan bisa diselesaikan di negara asal sebelum keberangkatan. Pada tahun ini, hampir 389 ribu jemaah memanfaatkan program tersebut, menunjukkan lonjakan hampir 24 persen dari tahun lalu.
Guna memastikan seluruh tahapan akhir ibadah haji berjalan tanpa hambatan, manajemen logistik Arab Saudi mengerahkan lebih dari 441 ribu personel untuk memayungi pengaturan kerumunan, sistem transportasi, pelayanan medis, hingga kesiapan respons darurat.