Insiden maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menghantam sebuah mobil berisi rombongan pengantar calon jemaah haji di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Desa Tuko, Grobogan, Jawa Tengah.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 02.52 WIB, di tengah kondisi cuaca yang sedang tertutup kabut tebal menurut informasi yang dikutip dari Suara.
Kendaraan yang mengangkut delapan orang penumpang tersebut dilaporkan mengalami mati mesin atau mogok tepat saat berada di tengah rel kereta api.
Pada saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas kencang dari arah barat tidak sempat melakukan pengereman karena jarak yang sudah sangat dekat.
Kekuatan benturan menyebabkan mobil terseret hingga sejauh 20 meter dari titik kejadian sebelum akhirnya terlempar ke area persawahan dalam kondisi rusak parah.
Kecelakaan ini merenggut nyawa empat orang penumpang yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, termasuk seorang balita berusia tiga tahun.
Dua orang lainnya saat ini dalam kondisi kritis dan sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD, sementara dua penumpang sisa menjalani rawat jalan.
"Mobil Avanza ketabrak kereta api, mengantarkan jemaah haji dari Desa Sidorejo menuju ke Tuko. Penumpang delapan orang, empat orang meninggal di tempat," kata salah satu saksi dalam dokumentasi warga yang beredar di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian telah memberikan konfirmasi bahwa titik kecelakaan merupakan perlintasan sebidang yang memang tidak memiliki fasilitas palang pintu resmi.
"Tetap berhati-hati jika melewati rel tanpa palang pintu, lebih baik melihat kanan kiri dulu," tulis narasi dalam rekaman video tersebut sebagai peringatan bagi pengguna jalan lain.
Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur kereta api cepat Jawa, yang menyoroti masalah pengawasan dan infrastruktur keamanan di perlintasan liar.
Hingga kini, petugas berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab teknis mogoknya mobil rombongan tersebut di lintasan rel.