Kadaker Bandara Minta Jemaah Haji Perhatikan Kapasitas Koper Bagasi

Kadaker Bandara Minta Jemaah Haji Perhatikan Kapasitas Koper Bagasi

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, memberikan imbauan kepada jemaah haji yang akan berangkat menuju Tanah Suci untuk memperhatikan kapasitas koper bagasi mereka. Langkah ini dilakukan guna mencegah kendala selama proses pemeriksaan di bandara pada Jumat (15/5), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Masalah overkapasitas pada koper jemaah masih menjadi temuan petugas di lapangan saat ini. Kondisi muatan yang berlebih tersebut dilaporkan telah memicu kerusakan fisik pada koper, yang pada akhirnya merugikan para jemaah itu sendiri.

"Masih ditemukan beberapa koper bagasi jemaah yang overkapasitas. Akibatnya ada cover koper yang terbuka sampai 60 persen, roda koper rusak, dan kondisi ini tentu menyulitkan proses penanganan bagasi," kata Abdul Basir kepada tim Media Center Haji di Bandara Jeddah.

Risiko pembongkaran paksa oleh otoritas bandara menjadi konsekuensi jika koper tidak memenuhi standar keamanan penerbangan. Pemeriksaan ulang akibat koper yang tidak tertutup sempurna dinilai akan memakan waktu yang cukup lama dan menghambat alur keberangkatan.

Penekanan selektivitas dalam membawa barang diberikan kepada jemaah yang masih berada di tanah air maupun dalam proses keberangkatan. Jemaah disarankan hanya membawa kebutuhan pokok yang mendesak tanpa memaksakan barang bawaan yang dapat membebani kapasitas koper.

"Jemaah diharapkan membawa barang yang benar-benar dibutuhkan agar koper tetap aman, mudah ditangani, dan tidak perlu dibongkar ulang oleh pihak bandara," pungkas Abdul Basir.

Kepatuhan terhadap regulasi berat bagasi dianggap sangat krusial bagi kelancaran layanan bandara secara menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penumpukan bagasi yang disebabkan oleh kendala pada koper milik jemaah.

Artikel terkait

Rekomendasi