KAI Daop 1 Bantah Kereta Anjlok di Pasar Senen Akibat Tabrakan

KAI Daop 1 Bantah Kereta Anjlok di Pasar Senen Akibat Tabrakan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta membantah kabar bahwa anjloknya lokomotif KA Jaka Tingkir dan gerbong KA Serayu di emplasemen Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/5/2026) terjadi karena tabrakan, melainkan saat proses pemindahan jalur.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Manajer Humas KAI Daop 1, Franoto Wibowo, yang menegaskan bahwa kedua rangkaian kereta tersebut berada di jalur yang berbeda, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

"Enggak (tidak tabrakan). Enggak," ujar Franoto di Stasiun Pasar Senen, Jumat (22/5/2026).

Pihak manajemen menjelaskan bahwa insiden ini melibatkan dua kereta yang sedang melakukan proses pelangsiran secara terpisah.

"Ini emang dua KA dengan lokasi yang berbeda ya, due lansiran, dua lansiran kereta api," kata Franoto menambahkan.

KAI Daop 1 Jakarta memastikan tidak ada korban dalam peristiwa ini karena kedua rangkaian kereta dalam kondisi kosong tanpa penumpang saat berpindah jalur.

Kendati demikian, insiden tersebut memicu keterlambatan keberangkatan sejumlah KA jarak jauh dari Stasiun Pasar Senen dan menahan kedatangan kereta lain di Stasiun Jatinegara.

Dampak keterlambatan operasional bervariasi, mulai dari 25 menit untuk KA Bengawan relasi Pasar Senen-Purwosari hingga mencapai 220 menit untuk KA Serayu relasi Pasar Senen-Kiaracondong-Purwokerto.

Penanganan gangguan dimulai sejak pukul 07.58 WIB segera setelah kedua rangkaian mengalami anjlok, dan proses evakuasi lokomotif selesai sepenuhnya pada pukul 13.30 WIB.

"Untuk selanjutnya untuk perjalanan kereta api keberangkatan dari Pasar Senen maupun kedatangan ya itu sudah mulai normal kembali," tegasnya.

Manajemen menyatakan bahwa seluruh operasional perjalanan kereta api jarak jauh di Stasiun Pasar Senen kini telah kembali berjalan dengan normal.

"Kami dari KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan yang terdampak," lanjutnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan memberikan kompensasi berupa makanan dan minuman kepada penumpang yang mengalami keterlambatan jadwal.

"Kita refund 100 persen dari harga tiket tersebut. Dan untuk refund tiket tidak harus hari ini, tapi 7 hari ke depan dari tanggal yang tertera di tiketnya," imbuhnya.

Artikel terkait

Rekomendasi