Satu rangkaian KRL Commuter Line lintas Bogor dan Cikarang tampil beda dengan dekorasi bertema sepak bola. Desain interior gerbong tersebut didominasi oleh warna merah khas dari salah satu merek minuman bersoda.
Dikutip dari Megapolitan, hiasan ornamen olahraga ini terpasang hampir di seluruh bagian interior rangkaian KRL dengan kode K1 125 66. Visual tematik tersebut secara spesifik memenuhi area gerbong 6 dan 7.
Nuansa sepak bola ini terlihat mulai dari bagian dinding, plafon, hingga area pegangan tangan penumpang yang ditutupi stiker. Bagian lantai gerbong bahkan dibuat menyerupai rumput lapangan hijau untuk menciptakan atmosfer stadion mini, lengkap dengan gambar kotak penalti di dekat sambungan kereta.
Selain itu, terdapat ilustrasi gawang beserta jaring pada sisi kanan dan kiri kursi penumpang. Ornamen berbentuk bola sepak juga dipasang menggantung pada bagian tengah gerbong.
Warna merah yang mendominasi seluruh interior dipadukan dengan logo minuman bersoda serta elemen bertema FIFA. Visual bertema olahraga ini juga membalut sejumlah kaca dan pintu kereta, meskipun aktivitas penumpang di dalamnya tetap berjalan normal.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda membenarkan keberadaan rangkaian KRL dengan desain tematik tersebut.
"Benar ada kereta dengan rangkaian desain tersebut. Saat ini sedang ada kerja sama dengan agency advertising dengan brand tersebut. Jadi bukan KCI-nya langsung," ujar Karina saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Selasa (19/5/2026).
Karina menjelaskan bahwa rangkaian tematik ini dioperasikan di lintas KRL Commuter Line Bogor dan Cikarang. Jalur tersebut dipilih karena merupakan salah satu rute dengan volume penumpang tertinggi di Jabodetabek.
"Saat ini rangkaiannya cuma ada satu kereta atau satu gerbong yang dipasang tematik. Jadi enggak dedicated hanya di satu line saja, mengikuti pola operasi," jelas Karina.
Suasana dekorasi sepak bola di dalam gerbong kereta ini dapat dinikmati oleh para pengguna Commuter Line untuk beberapa waktu ke depan.
"Kondisi ini akan berlangsung hingga dua bulan ke depan, selama Juni sampai Juli," pungkasnya.