Dua rangkaian kereta api mengalami anjlok di emplasemen Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat yang memicu gangguan operasional berupa keterlambatan keberangkatan dan tertahannya kedatangan kereta jarak jauh.
Insiden yang melibatkan lokomotif KA Jaka Tingkir dan gerbong KA Serayu tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban karena kondisi kereta tanpa penumpang, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Peristiwa ini terjadi ketika kedua armada sedang melakukan proses perpindahan jalur rel atau lansiran.
Dampak kecelakaan operasional ini memicu keterlambatan bervariasi, termasuk KA Bengawan relasi Pasar Senen-Purwosari selama 25 menit dan KA Serayu relasi Pasar Senen-Kiaracondong-Purwokerto hingga 220 menit. Penanganan dimulai pukul 07.58 WIB dan proses evakuasi baru rampung secara keseluruhan pada pukul 13.30 WIB.
Manajer Humas KAI Daop 1, Franoto Wibowo, membantah spekulasi mengenai penyebab insiden dan menegaskan bahwa kedua armada berada di jalur terpisah.
"Ini emang dua KA dengan lokasi yang berbeda ya, dua lansiran, dua lansiran kereta api," ujar Franoto di Stasiun Pasar Senen, Jumat.
Pihak manajemen memastikan bahwa situasi di Stasiun Pasar Senen langsung berangsur kondusif setelah jalur rel selesai dievakuasi oleh tim teknis.
"Untuk selanjutnya untuk perjalanan kereta api keberangkatan dari Pasar Senen maupun kedatangan ya itu sudah mulai normal kembali," tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kendala operasional tersebut, manajemen KAI memberikan kompensasi makanan dan minuman kepada para penumpang.
"Kami dari KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan yang terdampak," lanjutnya.
Bagi pengguna jasa yang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, KAI memfasilitasi pengembalian dana secara penuh yang bisa diurus dalam jangka waktu satu minggu.
"Kita refund 100 persen dari harga tiket tersebut. Dan untuk refund tiket tidak harus hari ini, tapi 7 hari ke depan dari tanggal yang tertera di tiketnya," imbuhnya.