KAI Daop 1 Laporkan Pencurian Kabel Persinyalan di Lintas Daru

KAI Daop 1 Laporkan Pencurian Kabel Persinyalan di Lintas Daru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengambil langkah hukum atas aksi pencurian kabel counting head axle counter di jalur Commuter Line lintas Stasiun Daru–Parung Panjang pada Jumat (8/5/2026). Peristiwa ini mengakibatkan gangguan operasional yang membahayakan sistem keselamatan perjalanan kereta api.

Aksi vandalisme tersebut berdampak pada rusaknya perangkat vital pendeteksi rangkaian kereta, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, memastikan bahwa pihaknya sedang memproses laporan resmi untuk diserahkan kepada kepolisian di wilayah Tangerang.

"Betul mas, akan kita laporkan ke pihak berwajib," ujar Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.

Pihak manajemen menekankan bahwa pelaku pengrusakan sarana publik ini dapat terjerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Aturan tersebut memuat sanksi pidana penjara paling lama tiga tahun bagi siapa saja yang membuat prasarana kereta tidak berfungsi.

"Tindak lanjut silakan tanya ke kepolisian terkait," tambah Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.

Gangguan terdeteksi pertama kali oleh petugas PPKA Stasiun Daru pada Jumat dini hari pukul 01.38 WIB melalui laporan anomali track circuit. Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan hilangnya kabel pada Km 50+5/6 yang mencakup tiga titik lokasi dengan total enam zona perangkat terdampak.

"KAI Daop 1 segera menerjunkan tim teknis untuk perbaikan dan penggantian perangkat yang hilang," jelas Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memaparkan bahwa hilangnya kabel tersebut menyebabkan sistem persinyalan otomatis tidak berfungsi. Hal ini memicu keterlambatan pada enam jadwal perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung hingga pukul 09.00 WIB dengan durasi 14 hingga 24 menit.

"Saat ini petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan dan penggantian kabel," kata Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

KAI Commuter mengingatkan masyarakat bahwa vandalisme terhadap sarana kereta api memiliki risiko besar terhadap keselamatan nyawa penumpang. Selain perbaikan teknis, pengamanan di sekitar jalur rel kini semakin ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"KAI Commuter memohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung pada pagi hari ini imbas tindak vandalisme oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tutup Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Artikel terkait

Rekomendasi