PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Kereta Commuter Indonesia mendatangi rumah para korban selamat dari kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 19 Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi kesehatan dan proses pemulihan para penumpang pascainsiden tersebut.
Dilansir dari Suara, kunjungan penanganan dampak kecelakaan ini diketahui setelah sejumlah korban membagikan momen tersebut melalui media sosial Threads. Petugas mengecek kendala layanan kesehatan yang diterima korban, menyampaikan permohonan maaf resmi, serta memberikan bingkisan berisi madu, kue kering, dan suvenir.
Pemilik akun Threads @ljsviraa menjadi salah satu korban selamat yang mengonfirmasi kedatangan pihak maskapai perkeretaapian tersebut ke kediamannya.
"Hari ini beberapa petugas KAI datang kerumah untuk confirm gimana kondisiku after kecelakaan KRL waktu itu. Enggak lupa juga mereka menanyakan terkait pelayanan kesehatan yang aku dapat ada kendala atau tidak," tulis akun tersebut pada Selasa, 19 Mei 2026.
Perwakilan perusahaan terus menunjukkan rasa penyesalan mereka selama pertemuan formal dengan para korban di rumah masing-masing.
"Para petugas KAI selalu menyampaikan permintaan maaf terkait kejadian kecelakan KRL dan jawaban aku akan tetap sama 'namanya kecelakaan dan ini udah takdir kita enggak pernah ada yang tahu'," tambahnya.
Saat merespons interaksi di kolom komentar mengenai situasi medis terbarunya, ia menjelaskan proses perawatan yang masih berjalan.
"Alhamdulillah sekarang aku sudah lebih baik tapi memang masih harus kontrol ke dokter," tulisnya.
Selain PT KAI, pihak operator Commuter Line juga melakukan pelacakan dan kunjungan serupa ke tempat tinggal korban selamat lainnya.
"Pihak @commuterline @kai121_ bener-bener care dan bertanggung jawab. Terimakasih banyak ya. Jujur masih ada rasa sedihnya, tapi harus semangat lagi," tulis @laicareekalim di kolom komentar.
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada 27 April 2026 itu melibatkan tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia yang didominasi oleh perempuan serta menyebabkan puluhan korban lainnya mengalami luka-luka.