PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Commuter tengah melakukan revitalisasi dan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor mulai 15 April 2026. Proyek yang ditargetkan rampung pada Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan Commuter Line SF12.
Langkah pembaruan fasilitas ini diambil guna mengakomodasi pertumbuhan penumpang yang tinggi di lintas Bogor Line, seperti dilansir dari Money. Melalui pengoperasian rangkaian 12 kereta tersebut, daya angkut penumpang dalam satu perjalanan dipastikan meningkat.
Volume pengguna di koridor ini memang terus menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data, jumlah penumpang Bogor Line melonjak dari 102 juta orang pada 2022 menjadi 133 juta pada 2023, kemudian naik ke angka 145,9 juta pada 2024, hingga mencapai 155 juta pelanggan sepanjang 2025.
Tren kepadatan ini berlanjut pada periode Januari hingga April 2026 dengan catatan 51,8 juta pengguna. Khusus di Stasiun Bogor, pergerakan penumpang masuk (gate in) mencapai 6,1 juta orang dan penumpang keluar (gate out) menyentuh 5,9 juta orang pada caturwulan pertama 2026.
Kondisi tersebut melampaui statistik pergerakan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 tercatat ada 18,1 juta pelanggan melakukan gate in dan gate out, meningkat dari data 2024 yang mencatatkan 17,1 juta pelanggan gate in serta 17,2 juta pelanggan gate out.
Pihak manajemen menyatakan bahwa pembenahan fasilitas stasiun sangat mendesak demi kelancaran mobilisasi masyarakat. Saat ini, frekuensi perjalanan di Stasiun Bogor menembus 392 perjalanan per hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan.
“Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Penerapan formasi 12 kereta diproyeksikan mampu mengurai kepadatan penumpang, terutama pada jam-jam sibuk. Selain memperpanjang peron, KAI juga membangun kanopi baru yang terhubung langsung dengan selasar stasiun untuk melindungi penumpang dari cuaca ekstrem.
“Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” jelas Anne.
Proses pengerjaan di lapangan kini sudah memasuki tahapan konstruksi calon peron baru serta penataan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA). KAI Commuter menerapkan rekayasa arus penumpang serta menyediakan area pedestrian sementara demi menjamin keselamatan pengguna.
Bagi penumpang yang mengarah ke Hall Barat, petugas mengarahkan alur pergerakan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang. Pilihan akses lainnya diarahkan menuju area Pintu Timur dan Hall Taman Topi.
“Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta,” kata Anne.
Pihak operator juga mengimbau para pelaju untuk senantiasa waspada dan mematuhi instruksi petugas selama masa adaptasi fasilitas stasiun berjalan. Penyesuaian pola operasi ini akan dipertahankan hingga seluruh proyek selesai sesuai jadwal.
“Seluring proses revitalisasi berlangsung, kami menyadari terdapat penyesuaian yang dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di area stasiun,” tegas Anne.