Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Agus Suryonugroho melaporkan penurunan angka kematian akibat kecelakaan sebesar 31,39 persen selama Operasi Ketupat 2026. Data tersebut disampaikan dalam pertemuan media di GOR Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, pada Kamis (7/5/2026).
Dilansir dari Nasional, keberhasilan menekan angka kecelakaan terjadi di tengah lonjakan volume kendaraan yang mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah. Tercatat sebanyak 270.315 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju Trans Jawa, Trans Sumatera, dan Jawa Barat dalam satu hari puncak arus mudik.
Kakorlantas Polri mengaku harus bekerja ekstra tanpa waktu istirahat demi memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan tugas negara tersebut.
"Beliau (Kapolri -red) baru tahu, kalau Kakorlantas selama operasi itu tidak pernah tidur," kata Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri.
Penegasan mengenai komitmen kerja tersebut muncul setelah evaluasi internal mengenai pelaksanaan pengamanan yang tidak mengenal hari libur. Irjen Agus menyatakan bahwa pencapaian Operasi Ketupat 2025 yang disebut sebagai yang terbaik oleh Presiden menjadi motivasi besar bagi jajarannya.
"Saya ditanya sama Pak Kapolri, ‘Pak Kakor, tahun 2025 itu berhasil dengan baik, bisa enggak dipertahankan?’. ‘Mohon izin Pak Kapolri, saya tidak bisa mempertahankan, yang saya bisa adalah meningkatkan’," ucap Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri.
Selain penurunan fatalitas korban meninggal dunia, kepolisian juga mencatat penurunan angka peristiwa kecelakaan sebesar 5,31 persen. Keberhasilan ini diklaim sebagai hasil koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital.
"Jadi, Alhamdulillah, di Operasi Ketupat 2026 ini juga kita bisa menurunkan angka fatalitas korban meninggal dunia 31,39%. Ini angka yang luar biasa. Termasuk juga bisa menurunkan angka peristiwa kecelakaan sebesar 5,31%. Ini bagian daripada indikator-indikator," ungkap Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri.
Data Korlantas menunjukkan sekitar 3,5 juta kendaraan meninggalkan Jakarta melalui jalan tol selama periode mudik, sementara 3,4 juta kendaraan kembali saat arus balik. Pengamanan dibagi menjadi lima klaster, mulai dari jalur arteri, jalan tol, simpul transportasi, tempat ibadah, hingga lokasi wisata.
Pihak kepolisian kini mulai mengimplementasikan teknologi predictive traffic policing untuk mengelola pergerakan kendaraan secara lebih akurat. Pengamanan juga dipastikan tetap fokus pada kelancaran rangkaian ibadah Ramadan, Idulfitri, hingga perayaan Nyepi yang berlangsung dalam periode yang berdekatan.