Kamboja Deportasi 2.671 Warga Asing Terkait Kasus Penipuan Daring

Kamboja Deportasi 2.671 Warga Asing Terkait Kasus Penipuan Daring

Pemerintah Kamboja melakukan deportasi massal terhadap 2.671 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara sepanjang periode 20 hingga 30 April 2026. Langkah tegas ini diambil otoritas setempat menyusul keterlibatan para warga asing tersebut dalam berbagai pelanggaran hukum, terutama praktik penipuan daring atau scam.

Ribuan individu yang dipulangkan paksa tersebut berasal dari beragam latar belakang negara, termasuk Indonesia, Pakistan, Vietnam, Afrika Selatan, Kamerun, dan Ghana. Selain itu, terdapat warga dari China (termasuk Taiwan), Laos, Myanmar, Nigeria, Amerika Serikat, India, hingga negara-negara Eropa seperti Rusia, Jerman, serta negara tetangga Thailand dan Malaysia.

Data resmi menunjukkan bahwa warga asal Thailand dan China mendominasi daftar deportasi khusus untuk kategori tindak pidana penipuan. Tercatat sebanyak 635 warga Thailand dan 306 warga China terbukti terlibat langsung dalam sindikat penipuan daring yang beroperasi di wilayah Kamboja.

Selain kasus penipuan, otoritas Kamboja juga mendakwa para WNA lainnya dengan berbagai pasal pelanggaran hukum. Dakwaan tersebut meliputi aktivitas migrasi ilegal, pemalsuan dokumen negara, tinggal tanpa dokumen perjalanan atau paspor, hingga kasus kriminal berat seperti penculikan dan penggunaan visa palsu.

Sejumlah individu lainnya dideportasi karena kedapatan melakukan pekerjaan ilegal dan pelanggaran pidana lainnya yang bertentangan dengan regulasi nasional. Dilansir dari ANTARA dan laporan Khmer Times, tindakan ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam membersihkan wilayahnya dari praktik kejahatan lintas negara.

Para pengamat regional di kawasan menilai langkah masif ini sebagai bentuk keseriusan otoritas Kamboja dalam memperbaiki citra negara di mata internasional. Pemerintah Kamboja kini memprioritaskan pemberantasan penipuan daring dan kejahatan transnasional lainnya guna membangun stabilitas keamanan nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi