Warga Kanada kini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman invasi berbagai spesies kutu dari Amerika Serikat. Serangga ini diketahui membawa patogen berbahaya yang berpotensi menyebar luas dan berkembang biak di wilayah Kanada.
Berdasarkan data Pemerintah Kanada yang dikutip dari Detik iNET, saat ini telah teridentifikasi lebih dari 40 jenis kutu yang berbeda di negara tersebut. Spesies yang paling diwaspadai adalah kutu berkaki hitam atau kutu rusa.
Kutu jenis ini merupakan pembawa bakteri penyebab penyakit Lyme yang memicu gejala kelelahan, demam, serta ruam khas berbentuk mata sapi. Tanpa penanganan medis, infeksi tersebut berisiko menyebabkan komplikasi serius pada sistem saraf, jantung, dan persendian.
"Saya bisa katakan masyarakat sangat khawatir dan takut akan penularan penyakit bawaan kutu. Kita belum punya vaksin penyakit Lyme, meski kita sangat tahu kutu membawa banyak patogen. Jadi, vaksin untuk Lyme bukan solusi terbaik untuk melindungi dari ancaman ini," kata Nicoletta Faraone, pemimpin Canadian Tick Research and Innovation Center.
Para ilmuwan mengamati pergerakan spesies kutu lain dari wilayah utara Amerika Serikat menuju Kanada. Beberapa spesimen telah ditemukan di Nova Scotia, meskipun belum dilaporkan adanya perkembangbiakan secara masif di area tersebut.
Fokus perhatian utama kini tertuju pada kutu lone star karena kemampuannya memicu alergi daging pada manusia. Patty O'Brien-Carrier, seorang pekebun, menceritakan pengalamannya mengalami syok setelah digigit kutu ini dan mengonsumsi daging sapi.
"Seluruh tubuh saya gatal dan bentol-bentol kemerahan, lalu napas saya semakin pendek hingga pada titik di mana tidak bisa bernapas. Reaksi itu menutup jalan napas sehingga Anda benar-benar tidak bisa bernapas. Dan kemudian, jika Anda tidak segera mendapatkan pertolongan, Anda bisa langsung meninggal," ujar Patty O'Brien-Carrier.
Pusat penelitian Acadia saat ini tengah mempelajari perilaku kutu lone star dan jenis lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Peneliti menggunakan mesin dengan kulit sintetis untuk memberi makan kutu anjing Amerika guna memahami respon serangga tersebut.
Nicoletta Faraone menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengembangkan produk pembasmi yang lebih efektif melalui pemahaman mendalam tentang patogen yang dibawa kutu.
"Jadi, dengan memiliki mereka di sini, mempelajari mereka, menguji perilaku dan respons mereka, serta melihat jenis patogen yang mereka bawa, hal tersebut dapat membantu kita untuk lebih bersiap dan waspada menghadapi mereka," tutur Nicoletta Faraone.
Selain ancaman pada manusia, kutu tanduk panjang Asia juga menebar kekhawatiran di kalangan peternak di Nova Scotia. Meskipun belum berkembang biak secara luas, serangga ini dapat menyebabkan anemia fatal pada hewan ternak.
Tim Marsh, seorang peternak sapi potong, mengaku terus memantau kondisi kesehatan hewan ternaknya untuk menghindari kerugian ekonomi yang besar. Kematian satu ekor sapi indukan dinilai dapat memberikan dampak finansial instan yang sangat signifikan.
"Kerugiannya bisa langsung mencapai beberapa ribu dolar bergantung usia hewan. Jika itu sapi bunting, maka Anda kehilangan dua hewan sekaligus. Kerugiannya bisa membengkak dalam sekejap," kata Tim Marsh.