Prancis Kirim Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz

Prancis Kirim Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz

Pemerintah Prancis mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle ke kawasan Laut Merah dan Teluk Aden pada Rabu (6/5/2026) untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Langkah militer ini diambil setelah Iran melakukan blokade terhadap jalur perairan vital tersebut sejak akhir Februari lalu.

Kementerian Pertahanan Prancis mengonfirmasi bahwa armada kapal induk yang sebelumnya berada di Laut Mediterania timur kini tengah melewati Terusan Suez. Pengerahan ini bertujuan mengamankan stabilitas logistik maritim global menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan tersebut.

Kementerian Pertahanan Prancis menegaskan bahwa perpindahan posisi armada ini merupakan langkah persiapan menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi di masa depan.

"Ini untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana ini sesuai dengan situasi yang memungkinkan," kata Kementerian Pertahanan Prancis sebagaimana dikutip dari AP.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah menjalin komunikasi diplomatik dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk menawarkan solusi keamanan multinasional.

"Misi multinasional yang dibentuk oleh Prancis dan Inggris dapat membantu memulihkan kepercayaan di antara pemilik kapal dan perusahaan asuransi," tulis Macron melalui akun media sosial X miliknya.

Pemimpin Prancis tersebut menekankan bahwa kehadiran misi internasional ini bersifat netral dan bertujuan untuk mendinginkan tensi antara pihak-pihak yang sedang bersengketa.

"Misi ini, pada dasarnya, akan independen dari pihak-pihak yang bertikai... Saya telah mengundang presiden Iran untuk memanfaatkan kesempatan ini dan bermaksud untuk membahas masalah ini dengan Presiden [AS] [Donald] Trump," tulis Macron.

Emmanuel Macron menyatakan bahwa jaminan keamanan di Selat Hormuz akan berdampak positif pada stabilitas regional yang lebih luas.

"Sinyal bahwa kami tidak hanya siap mengamankan Selat Hormuz, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukannya," ujar Macron dilansir dari CNN Indonesia.

Berdasarkan data teknis, Charles de Gaulle merupakan kapal induk raksasa sepanjang 261 meter yang mampu mengangkut 30 jet tempur Rafale dan 1.850 personel. Kapal yang diluncurkan pada 1994 ini sebelumnya sempat singgah di Pelabuhan Gili Mas, Nusa Tenggara Barat, Indonesia pada Januari 2025 dalam rangkaian misi Clemenceau 25.

Pihak Prancis mendesak penghentian blokade secara total karena dampaknya telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan mengancam ekonomi global secara serius. Saat ini, jalur pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia terganggu akibat penutupan jalur yang dilakukan Teheran sebagai respons atas tindakan militer Amerika Serikat dan Israel.

Artikel terkait

Rekomendasi