Sisa bahan kimia berupa tiner dari proses renovasi diduga menjadi penyebab kebakaran yang menghanguskan lantai empat rumah Anggota IV BPK RI, Haerul Saleh, di Kompleks Tanjung Barat Indah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi.
Insiden yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.53 WIB tersebut mengakibatkan Haerul Saleh meninggal dunia di usia 44 tahun. Jenazah pejabat negara tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan laporan kumparan di lokasi kejadian pada pukul 10.55 WIB, api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas. Meski demikian, bau menyengat masih tercium kuat di sekitar area depan rumah yang kini dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengonfirmasi bahwa titik api terbatas pada area lantai atas bangunan. Ia menjelaskan bahwa kobaran api tidak sampai menjalar ke bagian bawah rumah tersebut.
Analisis mengenai asal muasal api disampaikan oleh pihak pemadam kebakaran setempat berdasarkan temuan awal di lapangan. Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyatakan ada indikasi kuat keterlibatan bahan mudah terbakar.
“Dugaan penyebab diduga dari tiner sisa renovasi,” kata Asril.
Haerul Saleh merupakan pejabat publik yang mengemban amanah sebagai Anggota IV BPK RI sejak April 2022. Sebelum menduduki posisi di lembaga audit negara tersebut, pria asal Kolaka, Sulawesi Tenggara ini memiliki rekam jejak panjang di parlemen.
Tercatat Haerul pernah menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yakni hasil Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Karier politiknya terus menanjak hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu pimpinan BPK pada tahun 2022.