Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Jakarta Telan Belasan Korban Jiwa

Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Jakarta Telan Belasan Korban Jiwa

Insiden kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk Jakarta kembali memakan korban jiwa dalam beberapa peristiwa tragis yang berbeda. Peristiwa yang terjadi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat dalam kurun waktu 2023 hingga 2026 ini menewaskan belasan orang, seperti dilansir dari Megapolitan.

Dugaan utama penyebab api cepat merambat adalah hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Padatnya bangunan hunian membuat proses evakuasi menjadi sulit saat si jago merah berkobar dengan cepat.

Tragedi terbaru melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Agung Perkasa, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (13/5/2026) dini hari. Kebakaran ini mengakibatkan empat orang penghuni rumah meninggal dunia.

Para korban yang tewas diidentifikasi sebagai B (78), KB (77), PM (55), dan NP (50). Gatot Sulaeman, Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, mengonfirmasi selain korban jiwa, terdapat dua penghuni lain yang selamat namun dalam kondisi syok.

"L (22) dan E (27) mengalami shock. Dua-duanya perempuan," kata Gatot.

Asap hitam pekat pertama kali terlihat dari lantai dua rumah sekitar pukul 04.00 WIB oleh tetangga sekitar. Warga sempat melapor ke petugas keamanan setempat yang mencoba melakukan penanganan awal menggunakan APAR, namun api tetap tidak terkendali.

Gatot menjelaskan penanganan awal tersebut tidak membuahkan hasil.

"Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke security. Lalu security mendatangi lokasi untuk penanganan awal menggunakan APAR namun tidak berhasil," jelas Gatot.

Pihak pemadam kebakaran baru menerima laporan secara resmi pada pukul 05.50 WIB. Sebanyak sembilan unit armada pemadam dengan kekuatan 45 personel dikerahkan ke lokasi kejadian.

"Waktu terima berita 05.50 WIB. Pengerahan sembilan unit dan 45 personil," tutur dia.

Petugas mulai menyemprotkan air pada pukul 05.17 WIB dan berhasil melokalisir perambatan api delapan menit kemudian. Api akhirnya dinyatakan padam total pada pukul 06.20 WIB dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 855 juta.

Satu Keluarga Tidak Selamat di Grogol Petamburan

Kejadian serupa juga menghanguskan sebuah rumah dua lantai di Jalan Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Jumat (17/4/2026). Dalam insiden memilukan ini, satu keluarga yang terdiri dari lima orang ditemukan tewas terjebak asap.

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Abdul Syukur, menyatakan para korban tidak dapat menyelamatkan diri saat api mulai berkobar pukul 02.12 WIB dini hari.

"Kebakaran pukul 02.12 WIB dini hari, yang terbakar rumah tinggal. Korbannya lima orang, satu keluarga. Mereka terjebak asap," kata Abdul Syukur.

AKP Alexander Tengbunan selaku Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan menegaskan tidak ada satu pun penghuni rumah yang berhasil selamat dari maut tersebut.

"Masih hubungan keluarga semua. Jadi yang meninggal itu satu keluarga di dalam, lima orang, enggak selamat. Semuanya meninggal dunia," kata Alexander.

Berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar suara ledakan sebelum api membesar yang diduga berasal dari kabel listrik. Selain itu, ditemukan fakta adanya sepeda listrik yang sedang dalam proses pengisian daya atau charging di dalam rumah.

Alexander menyebutkan penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh kepolisian.

"Ia menjelaskan warga sempat mendengar suara ledakan sebelum api membesar," ujarnya.

Pernyataan Alexander juga menegaskan status lokasi saat ini.

"Sudah dilakukan olah TKP, sudah di-police line," kata Alexander.

Tragedi Listrik dan Gas di Koja

Mundur ke November 2023, wilayah Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, juga menjadi saksi bisu tewasnya satu keluarga beranggotakan empat orang. Para korban adalah Didik (40), Annisa (35), Fatin (12), dan Fatih (5).

Kombes Gidion Arif Setyawan, Kapolres Metro Jakarta Utara, mengungkapkan api menghanguskan total lima rumah dalam kejadian tersebut.

"Kejadiannya itu ada lima rumah yang terbakar. Korban yang (tewas) terbakar ditemukan dalam salah satu rumah," kata Gidion.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh ledakan yang berasal dari instalasi listrik serta tabung gas di salah satu rumah warga.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menekankan bahwa rentetan peristiwa ini merupakan dampak dari persoalan klasik di permukiman padat Jakarta. Banyak warga dinilai masih kurang memperhatikan standar keamanan penggunaan instalasi listrik.

"Kebakaran di Ibu Kota masih didominasi masalah klasik yang kerap dijumpai di permukiman padat. Banyak warga masih mengabaikan instalasi dan penggunaan listrik sesuai ketentuan di rumah tangga," kata Isnawa.

Persoalan tata ruang yang semrawut serta minimnya akses jalur evakuasi di lingkungan padat juga menjadi faktor yang memperburuk dampak bencana hingga menyebabkan hilangnya nyawa.

“Kejadian ini saling berkesinambungan, menunjukkan beragam masalah permukiman di Jakarta, termasuk adanya korban jiwa karena struktur bangunan hunian yang buruk,” ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi