Kebakaran Rumah di Sunter Agung Tewaskan Satu Keluarga

Kebakaran Rumah di Sunter Agung Tewaskan Satu Keluarga

Insiden kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Agung Perkasa 4, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu (13/5/2026) dini hari yang menyebabkan empat orang anggota keluarga meninggal dunia. Kejadian maut ini menghanguskan bangunan seluas 168 meter persegi sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa seluruh korban jiwa yang ditemukan pasca pemadaman merupakan bagian dari satu kesatuan keluarga. Berdasarkan data awal kepolisian, identitas korban mencakup kakek, nenek, serta pasangan suami istri yang terjebak di dalam bangunan tersebut.

"Empat korban ini adalah semua satu keluarga," ujar Erick Frendriz, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu.

Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan bahwa ada seorang anak dari keluarga tersebut yang selamat lantaran sedang tidak berada di kediaman saat si jago merah mengamuk. Selain itu, dua asisten rumah tangga (ART) berinisial L (22) dan E (27) juga berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api.

"Pada waktu itu si anak ini sedang keluar rumah, kemudian pas dia kembali menemukan bahwa ada kepulan asap," ujarnya.

Garis polisi saat ini telah dipasang di lokasi kejadian guna kepentingan investigasi lebih lanjut. Kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran sembari berkoordinasi dengan tim ahli untuk melakukan pemeriksaan teknis di tempat kejadian perkara.

"Kami olah TKP awal belum bisa menentukan itu. Ini makanya kami police line dulu, nanti menunggu Labfor datang, kemudian kita akan adakan olah TKP lanjutan," tambahnya.

Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, memberikan rincian kronologi berdasarkan laporan warga yang melihat asap dari lantai dua sekitar pukul 04.00 WIB. Upaya pemadaman awal sempat dilakukan secara mandiri oleh petugas keamanan setempat sebelum bantuan pemadam tiba.

"Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke security. Lalu security mendatangi lokasi untuk penanganan awal menggunakan APAR namun tidak berhasil," jelas Gatot.

Laporan resmi masuk ke pihak pemadam pada pukul 05.50 WIB, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman personel ke lokasi. Proses lokalisir api berlangsung cepat sebelum akhirnya seluruh titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pagi hari.

"Waktu terima berita 05.50 WIB. Pengerahan sembilan unit dan 45 personil," tutur Gatot.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik atau korsleting. Total kerugian materil akibat peristiwa yang menghanguskan rumah tinggal tersebut diperkirakan menyentuh angka ratusan juta rupiah.

"Objek terbakar rumah tinggal dengan luas kurang lebih 168 m persegi," kata Gatot.

Artikel terkait

Rekomendasi