Empat belas orang dilaporkan meninggal dunia akibat tabrakan beruntun yang melibatkan satu unit taksi listrik dan dua rangkaian kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa maut di perlintasan sebidang Bulak Kapal ini juga menyebabkan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah korban jiwa tersebut merupakan data terbaru yang dihimpun hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB sebagaimana dilansir dari Suara. Saat ini, seluruh korban luka tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi hingga RS Polri Kramat Jati guna proses identifikasi lebih lanjut.
Insiden bermula sekitar pukul 20.40 WIB ketika sebuah taksi listrik Green SM Indonesia tipe VinFast VF e34 mengalami mogok tepat di perlintasan sebidang JPL 85. Kendaraan tersebut kemudian tertemper oleh KRL Commuter Line yang sedang melintas hingga menyebabkan rangkaian kereta berhenti mendadak.
Situasi memburuk saat KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya yang melaju dari arah belakang menghantam gerbong belakang KRL dengan kekuatan besar. Benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan fatal pada badan kereta, khususnya pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang.
Unit mobil listrik VinFast VF e34 yang memicu gangguan sistem perkeretaapian ini merupakan SUV asal Vietnam dengan spesifikasi motor listrik 110 kW dan torsi 242 Nm. Kendaraan yang dipasarkan di kisaran harga Rp 283 juta hingga Rp 320 juta ini sebenarnya dilengkapi fitur keselamatan seperti enam kantong udara dan sensor deteksi titik buta.
Kecanggihan fitur bantuan pengemudi dan kamera 360 derajat pada taksi ramah lingkungan tersebut kini menjadi fokus perhatian. Meskipun diklaim memiliki jarak tempuh hingga 318 km, kendala teknis yang menyebabkan mobil terhenti di tengah rel mengakibatkan tragedi besar bagi operasional transportasi publik tersebut.