Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Tewaskan Tujuh Orang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Tewaskan Tujuh Orang

Tujuh orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden tragis ini dipicu oleh sebuah mobil listrik yang mogok di perlintasan sebidang.

Peristiwa bermula saat satu unit taksi listrik milik operator asal Vietnam terhenti di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal atau JPL Ampera. Keberadaan kendaraan tersebut memaksa rangkaian KRL melakukan pengereman mendadak sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh, sebagaimana dilansir dari Suara.

Dampak benturan menyebabkan kendaraan listrik berwarna cyan tersebut terseret hingga sejauh 50 meter. Kecelakaan ini memicu kekhawatiran publik mengenai aspek keselamatan operasional armada transportasi listrik yang mulai masif beroperasi di wilayah Jakarta dan Bekasi.

Perusahaan operator, PT Xanh SM Green and Smart Mobility (GSM Indonesia), merupakan pionir layanan taksi listrik yang memulai ekspansi di Indonesia sejak akhir 2024. Perusahaan yang didirikan oleh miliarder Phm Nht Vng ini menargetkan pengoperasian hingga 20.000 unit armada pada 2028 melalui kemitraan lokal.

Pihak manajemen segera memberikan tanggapan resmi terkait keterlibatan armada mereka dalam kecelakaan maut di perlintasan kereta api tersebut. Melalui pernyataan tertulis, perusahaan mengonfirmasi telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas terkait untuk proses investigasi lebih lanjut.

"menaruh perhatian penuh" kata manajemen Green SM melalui akun Instagram resmi @id.greensm.

Perusahaan menegaskan komitmen mereka untuk tetap kooperatif selama masa penyelidikan berlangsung. Selain itu, pihak operator menyatakan bahwa faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap standar operasional prosedur layanan mereka.

"5 Janji Hijau" ujar pihak Green SM merujuk pada standar layanan mereka.

Meskipun mengusung misi mobilitas ramah lingkungan, insiden ini menambah catatan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada perusahaan tersebut di Indonesia. Perusahaan kini diharapkan meningkatkan pelatihan bagi pengemudi serta memperkuat kolaborasi dengan pihak KAI guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi