Kejaksaan Agung tengah mengusut dugaan kasus korupsi pengadaan kendaraan operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini mencuat setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terbukti melakukan penggelembungan harga atau markup.
Seperti diberitakan oleh Detik Oto, nilai proyek pengadaan kendaraan roda dua ramah lingkungan tersebut mencapai Rp1,03 triliun. Anggaran fantastis ini dialokasikan untuk menyediakan 21.801 unit motor listrik bermerek EMMO.
Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung menduga proses pengadaan tidak berjalan sesuai aturan hukum. Perusahaan pemenang proyek, yakni PT YAT, diklaim tidak memenuhi persyaratan sebagai vendor yang sah.
Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry, menjelaskan bahwa PT YAT terbukti tidak memiliki infrastruktur pendukung yang memadai untuk proyek skala besar ini. Vendor tersebut diketahui tidak mempunyai diler resmi maupun bengkel aktif.
"Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai total Rp 1,03 triliun telah dibayarkan kepada PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku vendor karena tidak memiliki dealer atau bengkel aktif dan terdapat markup," kata Mochamad Jeffry.
Meskipun proses hukum sedang berjalan, pihak Kejaksaan Agung memutuskan untuk tidak melakukan penyitaan terhadap puluhan ribu unit motor listrik tersebut. Langkah ini diambil karena mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa seluruh unit kendaraan roda dua tersebut sudah terlanjur dikirimkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, armada operasional ini tetap berada di lokasi distribusi.
"Enggak (disita), kalau barangnya kan sudah distribusi di daerah," kata Syarief Sulaeman Nahdi.
Ekspansi Jaringan Diler EMMO
Rencana Pembukaan Jaringan Baru
Di tengah bergulirnya kasus hukum ini, EMMO terpantau sedang fokus memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual mereka. Berdasarkan informasi dari laman resmi perusahaan pada Jumat (5/6), mereka berencana mengoperasikan 12 diler baru dalam waktu dekat.
Perluasan jaringan ini tidak hanya berpusat di wilayah metropolitan, melainkan menjangkau area luar Pulau Jawa. Sebanyak enam titik fasilitas baru akan ditempatkan di wilayah Papua, sementara enam lainnya berada di Pulau Jawa.
Sebaran Lokasi Fasilitas
Enam diler yang dijadwalkan beroperasi di Papua tersebar di wilayah Mimika, Wamena, Sorong, Manokwari, Merauke, dan Jayapura. Langkah ini menandai upaya penetrasi pasar kendaraan listrik yang cukup agresif di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, enam fasilitas lainnya di Pulau Jawa akan mencakup kota-kota besar. Lokasi tersebut berada di Jakarta, Tangerang, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Mayoritas diler baru tersebut saat ini masih berstatus segera hadir atau coming soon, kecuali fasilitas yang berada di Bogor. Pihak manajemen belum merilis tanggal resmi mengenai kapan seluruh diler ini akan mulai membuka layanan penjualan dan perbaikan secara penuh.