Nama pengacara Kamaruddin Simanjuntak kembali menjadi perbincangan publik setelah munculnya informasi mengenai kondisi fisik dan estimasi total kekayaannya. Sosok yang dikenal melalui kasus besar ini dikabarkan sedang menjalani masa pemulihan akibat sakit.
Dilansir dari Suara, Kamaruddin merupakan pendiri Victoria Law Firm yang lahir di Siborongborong, Sumatera Utara, pada 21 Mei 1974. Sebelum mencapai kesuksesan di dunia hukum, ia sempat bekerja sebagai customer service dan sales demi membiayai kuliahnya di Universitas Kristen Indonesia.
Kiprahnya di dunia advokasi mulai mencuri perhatian luas saat ia menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir J pada tahun 2022. Dalam proses hukum tersebut, ia dikenal sebagai sosok yang sangat vokal dan berani membongkar berbagai kejanggalan di persidangan.
Meskipun tidak pernah memublikasikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara lengkap, kekayaan Kamaruddin diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kesuksesan finansial ini bersumber dari penanganan berbagai klien dan kasus kelas atas di Indonesia.
Aset berupa kendaraan yang dimiliki pengacara senior ini mencakup Chevrolet Rex 2018 dengan nilai sekitar Rp318 juta. Selain itu, ia juga dikabarkan memiliki Chevrolet Trailblazer seharga Rp480 juta, sehingga total nilai kendaraannya mencapai Rp798 juta.
Sumber pendapatan utama Kamaruddin berasal dari honorarium sebagai advokat profesional. Ia pernah menceritakan pengalaman menerima komisi yang mencapai puluhan persen dari penyelesaian sengketa hukum tertentu, selain pendapatan dari firma hukum dan aktivitas politiknya.
Nilai kekayaannya memang disebut masih berada di bawah angka triliunan yang diklaim oleh Hotman Paris. Namun, stabilitas finansial Kamaruddin tercermin dari kemampuannya mengelola kantor hukum yang mapan serta keterlibatannya dalam kasus-kasus nasional yang krusial.
Perubahan Drastis Kondisi Kesehatan
Pada Mei 2026, publik dikejutkan dengan beredarnya foto dan video yang memperlihatkan kondisi fisik Kamaruddin yang berubah drastis. Penampilannya terlihat lebih kurus, pucat, dan lesu dibandingkan citranya yang biasanya tampil energik dan tegas.
Sejumlah rekan sejawat mengonfirmasi bahwa Kamaruddin memang sedang dalam tahap pemulihan setelah jatuh sakit. Martin Lukas Simanjuntak, sahabatnya, membantah kabar duka yang sempat beredar dan menegaskan bahwa proses pengobatan masih terus diupayakan.
Tekanan fisik dan mental dalam menangani kasus yang melibatkan pihak-pihak berpengaruh diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatannya. Sebelumnya, pada tahun 2022, ia juga sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang menurun akibat kelelahan saat mengawal kasus Brigadir J.
Dedikasi Kamaruddin dalam membela klien, termasuk kerelaannya merogoh kocek pribadi sebesar Rp80 juta untuk menghadirkan saksi, menjadi catatan tersendiri bagi publik. Integritas dan keberaniannya dalam panggung peradilan tetap menjadi aspek yang paling disorot selain kondisi kesehatannya saat ini.