Presiden Prabowo Subianto mencatatkan kenaikan total harta kekayaan menjadi Rp 2.066.764.868.191 atau sekitar Rp 2,06 triliun berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Maret 2026.
Lonjakan kekayaan tersebut didorong oleh kenaikan aset tanah dan bangunan sebesar 9,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dilansir dari Suara, porsi kekayaan terbesar bersumber dari kepemilikan surat berharga yang nilainya mencapai Rp 1,67 triliun.
Meskipun total kekayaan meningkat, nilai aset transportasi milik sang Presiden terpantau stagnan di angka Rp 1,25 miliar. Isi garasi di kediamannya tidak mengalami penambahan unit baru dan masih didominasi oleh deretan kendaraan SUV lawas berumur belasan tahun.
Daftar LHKPN menunjukkan Prabowo memiliki delapan unit kendaraan pribadi yang mencakup mobil penjelajah 4x4 hingga motor klasik. Unit termuda yang terdaftar adalah Honda CR-V tahun 2007, sementara koleksi paling senior adalah Toyota Land Cruiser tahun 1980.
Mobil kenegaraan MV3 Garuda Limousine atau Maung Garuda yang kerap digunakan dalam tugas resmi tidak masuk dalam daftar harta kekayaan. Hal ini dikarenakan kendaraan anti-peluru produksi PT Pindad tersebut merupakan fasilitas operasional dinas milik negara, bukan aset pribadi.
Dalam portofolio keuangan yang dilaporkan, Presiden Prabowo tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 48 miliar serta harta bergerak lainnya senilai Rp 16,4 miliar. Laporan resmi tersebut juga menegaskan bahwa Kepala Negara tidak memiliki tanggungan utang sama sekali.
| Kategori Aset | Nilai (Rupiah) |
|---|---|
| Tanah dan Bangunan (10 Bidang) | Rp 323.758.593.500 |
| Alat Transportasi dan Mesin (8 Unit) | Rp 1.258.500.000 |
| Harta Bergerak Lainnya | Rp 16.464.523.500 |
| Surat Berharga | Rp 1.677.239.000.000 |
| Kas dan Setara Kas | Rp 48.044.251.191 |
| Utang | Rp 0 |
| Total Harta Kekayaan | Rp 2.066.764.868.191 |
Secara administratif, mobil klasik seperti Toyota Land Cruiser 1980 dan Land Rover 1992 masing-masing hanya ditaksir bernilai Rp 50 juta. Namun, nilai pasar kendaraan tangguh tersebut diprediksi jauh lebih tinggi di kalangan kolektor otomotif karena faktor historis.