Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Pendidikan RI-Malaysia Manfaatkan Peluang Global

Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Pendidikan RI-Malaysia Manfaatkan Peluang Global

Penurunan jumlah mahasiswa asing di Amerika Serikat membuka peluang baru bagi lanskap pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Situasi tersebut mendorong Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat kolaborasi akademis secara maksimal, seperti dilansir dari Medcom.

Direktur Minat Saintek Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Yudi Darma, menjelaskan bahwa kemitraan pendidikan kedua negara didasari oleh kesamaan visi jangka panjang, bukan hanya karena faktor kedekatan geografis.

"Ini bukan pameran pendidikan biasa. Masyarakat kita butuh ruang sepetti ini, ruang tentang studi lanjut lintasinstitusi dan lintasnegara," kata Yudi saat menghadiri pameran World Post Graduate Expo 2026 di Jakarta, pada Sabtu, 9 Mei.

Ajang yang diinisiasi oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) tersebut menghadirkan 14 perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka dari Malaysia. Kegiatan ini menjadi komitmen nyata untuk membantu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Chairman EMGS, Datuk Ahmad Shalimin Ahmad Shaffie, menyatakan bahwa kemitraan pada sektor pendidikan tinggi ini ditargetkan meningkat melampaui program pertukaran pelajar atau dosen yang ada selama ini.

"Kerja sama Malaysia dan Indonesia bukan lagi sekadar MoU di atas kertas, tapi pembentukan jaringan penelitian regional, yang mana peneliti muda Indonesia dan Malaysia menjadi arsitek solusi global pada beberapa dekade mendatang," ujar Datuk Ahmad Shalimin.

Melalui pameran ini, deretan universitas papan atas Malaysia diproyeksikan menjadi pilihan utama masyarakat untuk melanjutkan studi pada jenjang sarjana maupun pascasarjana.

"Malaysia menawarkan diri sebagai destinasi yang aman, terjamin, dan bertaraf global," dia menambahkan.

Artikel terkait

Rekomendasi