Kemenag Apresiasi Lokakarya Transformasi Manajemen Pengasuh Pesantren di Cirebon

Kemenag Apresiasi Lokakarya Transformasi Manajemen Pengasuh Pesantren di Cirebon

Sebanyak 126 pengasuh pesantren mengikuti Workshop Pengasuh Pesantren Batch-2 di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Sabtu (30/5/2026), untuk meningkatkan daya tumbuh lembaga di tengah disrupsi teknologi, seperti dilansir dari Cahaya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Imam Jazuli Foundation tersebut dibuka langsung oleh Direktur Pesantren Kementerian Agama RI Dr Basnang Said bersama jajaran kepala kantor wilayah dan daerah. Pihak Kementerian Agama mengapresiasi komitmen KH. Imam Jazuli yang bersedia membagikan pengalaman intensif kepada para pengasuh pesantren lain.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua PWNU Jawa Barat KH. Juhadi Muhamad SH bersama beberapa Ketua PCNU di Jawa Barat. Panitia menerapkan seleksi ketat dengan menyyaratkan peserta harus seorang pengasuh yang memiliki minimal 100 santri, sehingga hanya meloloskan 126 orang dari total 250 pendaftar.

“Ini karena syarat untuk mengikuti harus pengasuh, tidak bisa diwakilkan, dan harus memiliki santri minimal 100 orang,” kata panitia.

Berdasarkan hasil kuesioner pasca-acara, mayoritas peserta sebanyak 85 persen menyatakan mendapatkan sudut pandang baru mengenai strategi santri menembus perguruan tinggi negeri (PTN) serta beasiswa luar negeri.

“Penjelasan KH Imam Jazuli sebagai konseptor dan eksekutor atas berbagai strategi untuk menembus PTN dalam negeri dan kampus luar negeri di workshop ini membuat kami makin paham dan makin banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh pesantren,” ungkap KH Anas Nasrudin dari Ciamis.

Materi lokakarya dinilai memberikan peta jalan konkret yang membedakannya dengan pelatihan motivasi pada umumnya.

“Dari workshop ini saya mendapatkan peta jalan untuk melakukan transformasi di pesantren. Sebelum-sebelumnya, saya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan semacam ini untuk pesantren, tetapi bahasannya lebih banyak ke motivasi dan penyadaran, belum ke aksi, apalagi diberi trip dan trik-trik rahasia seperti di workshop ini,” ujar KH Hasan Sadili dari Sukabumi.

Selain kurikulum akademik, pelatihan ini turut memaparkan pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan kelembagaan.

“Bagi saya, workshop ini memberi gambaran mengenai dahsyatnya kekuatan medsos bagi yang bisa menggunakan. Kia Imam Jazuli menjelaskan dari pengalaman nyata dan cara-cara menggunakan kekuatan medsos untuk pertumbuhan pesantren. Yang lebih mengagumkan, peserta juga akan diberi pelatihan khusus mengenai digital marketing untuk branding pesantren,” jelas KH Apip Ifan Permadi dari Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli memaparkan pentingnya adaptasi kurikulum, manajemen sumber daya manusia, tata kelola keuangan, hingga strategi pemasaran digital terpadu.

“Saya akan berbagi pengalaman agar para pengasuh pesantren bisa menghantarkan lulusannya masuk PTN terdepan dalam negeri dan mendapatkan beasiswa ke kampus-kampus luar negeri. Targetnya, supaya ribuan santri berhasil menjadi orang yang shaleh sekaligus dapat menempati posisi-posisi strategis dalam pembangunan,” tegas Kiai Imam.

Ia menekankan pula bahwa komposisi lulusan pesantren di masa depan harus lebih berdampak luas pada berbagai sektor publik.

“Cukup sedikit saja jumlah santri yang menjadi da’i atau ustadz dalam pengertian hari ini,” tambahnya.

Melalui forum ini, ia berharap adanya peningkatan kualitas pendidikan dan kepercayaan publik terhadap institusi pesantren di seluruh Indonesia.

“Forum ini lebih bersifat berbagi pengalaman dari hasil yang telah nyata di Bina Insan Mulia, bukan menggurui para kiai, apalagi menyalahkan yang eksisting,” ungkap Kiai Imam di penutupan.

Pada akhir acara, pihak panitia membagikan berbagai hadiah bagi peserta mulai dari paket ziarah wali songo, wisata domestik, menginap di hotel, hingga perjalanan ke luar negeri.

Artikel terkait

Rekomendasi