Pemerintah melalui Kementerian Agama RI membagi pelaksanaan takbiran Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi menjadi dua kategori. Kedua jenis tersebut adalah Takbir Mursal yang bersifat mutlak dan Takbir Muqayyad yang sifatnya terikat oleh waktu.
Dikutip dari Medcom, teknis pengumandangan takbiran Iduladha memiliki durasi yang lebih panjang jika dibandingkan dengan Idulfitri. Pemahaman mengenai pembagian waktu ini penting agar umat Muslim dapat melaksanakan ibadah secara tepat.
Takbir mursal merupakan takbir yang pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu salat. Umat Islam disarankan untuk melafalkan zikir ini kapan saja dan di mana saja sepanjang bulan Zulhijah.
Secara hukum fikih, panduan waktu untuk takbir mursal ini dimulai dari tanggal 1 Zulhijah. Pembacaannya terus berlangsung hingga sebelum pelaksanaan salat Iduladha dimulai pada tanggal 10 Zulhijah.
Sementara itu, takbir muqayyad adalah takbir yang terikat oleh waktu-waktu khusus. Jenis takbir ini wajib dilafalkan oleh umat Muslim tepat setelah menyelesaikan salat fardu lima waktu.
Waktu pelaksanaan takbir muqayyad dimulai sejak masuk waktu salat Subuh pada hari Arafah yaitu 9 Zulhijah. Pembacaan ini berakhir pada waktu Asar di hari terakhir Tasyrik yang bertepatan dengan 13 Zulhijah.
Jadwal Pelaksanaan Takbiran Iduladha 2026
Berdasarkan keputusan resmi sidang isbat Kementerian Agama RI, awal bulan Zulhijah 1447 H ditetapkan jatuh pada 18 Mei 2026. Merujuk pada ketetapan tersebut, Hari Raya Iduladha atau 10 Zulhijah bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.
Jadwal untuk Takbir Mursal 2026 dimulai sejak Senin, 18 Mei 2026 dan berlangsung hingga Rabu pagi, 27 Mei 2026 menjelang ibadah salat Iduladha. Adapun puncak malam takbiran utama jatuh pada Selasa malam, 26 Mei 2026.
Untuk Jadwal Takbir Muqayyad 2026, kumandang takbir dimulai setelah salat Subuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Pelafalan ini terus dilakukan setiap selesai salat fardu hingga setelah salat Asar pada Sabtu, 30 Mei 2026.