Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi menetapkan kelulusan bagi 97.122 guru binaan dalam program sertifikasi guru angkatan keempat pada Selasa (17/3/2026). Pengumuman ini menjadi hasil akhir dari proses pembinaan yang telah berjalan sejak tahun 2025 di Jakarta.
Angka kelulusan tersebut mencakup pengajar dari 31 bidang studi yang berbeda, sebagaimana dilansir dari Edukasi. Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyatakan bahwa momentum pengumuman ini sangat tepat karena bertepatan dengan masa menjelang Idul Fitri bagi para tenaga pendidik.
“Ini menjadi kabar baik menjelang lebaran yang menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi guru dan keluarga,” tutur Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (17/3/2026), dikutip dari situs Kemenag, Rabu (18/3/2026).
M. Munir, selaku Direktur Pendidikan Agama Islam sekaligus Panitia Nasional PPG Kemenag, menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan instrumen penting. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi profesional serta memberikan pengakuan formal atas dedikasi guru dalam mendidik bangsa.
Melalui kepastian kelulusan ini, para pengajar yang memenuhi syarat akan segera menerima hak keuangan berupa tunjangan profesi. Munir menilai kebijakan ini sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup para guru di Indonesia.
“Kelulusan 97.122 guru pada angkatan 4 ini juga menegaskan keberpihakan nyata Kementerian Agama terhadap peningkatan kesejahteraan guru. Dengan status tersertifikasi, para guru berhak memperoleh tunjangan profesi guru sesuai ketentuan. Ini diharapkan dapat semakin memotivasi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat peran guru sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” jelas M. Munir.
Komposisi lulusan tersebar mulai dari Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum, guru madrasah untuk mata pelajaran agama maupun umum, hingga guru agama Kristen, Katolik, dan Khonghucu. Munir memberikan apresiasi kepada unit teknis dan perguruan tinggi penyelenggara yang telah mengawal proses ini hingga selesai.
“Munir berharap pengumuman kelulusan menjadi energi baru bagi para guru untuk terus meningkatkan dedikasi, profesionalitas, dan kualitas layanan pendidikan,” kata M. Munir.
Penetapan ini sekaligus menjadi langkah pemerintah dalam memuliakan posisi guru sebagai elemen kunci penjaga masa depan negara. Saat ini, koordinasi terus dilakukan untuk memastikan distribusi tunjangan profesi berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.