Petugas Armuzna akan menempelkan daftar nama jemaah, nomor kloter, dan kapasitas pada setiap tenda di Arafah untuk menjamin hak jemaah saat puncak haji. Kepastian ini disampaikan Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Ian Heriyawan, saat mengecekan kesiapan di zona syarikah Al Bait Guest, Sabtu (9/5/2026), sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Langkah penempelan identitas ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi dan memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan tempat untuk melaksanakan wukuf. Mengingat wukuf merupakan rukun haji yang paling krusial, ketersediaan fasilitas tenda menjadi prioritas utama bagi penyelenggara.
"Diharapkan nanti di tiap-tiap tenda itu ada keterangan kapasitas jemaah, dan akan kita tempel daftar kloter serta daftar jemaah," kata Ian Heriyawan, Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI.
Ian memaparkan spesifikasi teknis satu unit tenda yang memiliki luas sekitar 300 meter persegi. Di dalam ruang tersebut, petugas menyediakan 238 kasur yang masing-masing berukuran panjang 170 sentimeter dan lebar 50 sentimeter.
"Satu tenda kapasitasnya bervariasi," kata Ian Heriyawan, Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI.
Terkait teknis distribusi, pembagian tenda akan menyesuaikan kapasitas yang tersedia meski ada potensi pencampuran kloter berbeda dalam satu lokasi. Namun, Ian menegaskan bahwa pemisahan tersebut tetap memprioritaskan kebutuhan jemaah lanjut usia (lansia) agar tidak terpisah jauh dari pendampingnya.
"Misal ada pemisahan kloter tidak akan berjauhan, terlebih jemaah sepuh yang tidak bisa jauh dari keluarga," kata Ian Heriyawan, Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI.
Selain masalah akomodasi tidur, pengecekan juga menyasar fasilitas sanitasi seperti toilet atau Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Meskipun dinilai sudah sesuai standar, pihak kementerian memberikan catatan kepada pihak syarikah untuk meningkatkan aspek kebersihan lingkungan di sekitar fasilitas umum tersebut.
Proses pemantauan ini dilakukan secara bertahap, terutama pada syarikah Al Bait Guest yang mengelola sekitar 103.000 jemaah Indonesia. Pemerintah berkomitmen melakukan pengawasan hingga seluruh layanan siap digunakan sepenuhnya oleh jemaah.
"Kita akan terus lakukan pengecekan berkala, sampai hak-hak semua jemaah terpenuhi," kata Ian Heriyawan, Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI.