Kementerian Agama secara mufakat menetapkan bahwa Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026, setelah menggelar Sidang Isbat berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal di 88 titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Menteri Agama menjelaskan posisi hilal saat pemantauan berada pada ketinggian antara 3 derajat 17 menit 33 detik hingga 6 derajat 56 menit 58 detik dengan sudut elongasi tercatat antara 8 derajat 54 menit 49 detik hingga 10 derajat 37 menit 7 detik.
Berdasarkan laporan dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, hilal terkonfirmasi terlihat oleh dua perukyat, yakni KH S Azka dan Zarkasi, yang kemudian disumpah oleh hakim Pengadilan Agama setempat untuk meresmikan hasil pemantauan tersebut.
“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan rukyatul hilal yang memenuhi ketentuan, Sidang Isbat secara mufakat menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026 Masehi,” ujar Menteri Agama seperti dilansir dari newssetup.kontan.co.id.
Penetapan tanggal tersebut membuat rangkaian ibadah Zulhijah, mulai dari puasa Tarwiyah, puasa Arafah, pelaksanaan shalat Iduladha, hingga ibadah kurban sudah bisa dipersiapkan oleh seluruh umat Islam di Indonesia.
“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Idul Adha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa, seperti dilansir antaranews.com.
Nasaruddin Umar yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal ini memaparkan bahwa ibadah kurban memiliki dampak sosial nyata, termasuk membantu pemenuhan gizi masyarakat serta berkontribusi langsung pada program pencegahan stunting.
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” kata Nasaruddin Umar.
Melalui momentum ini, ia mengimbau umat Muslim untuk memperluas manfaat ibadah dan memastikan setiap prosesi kurban memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga memberikan pandangan mengenai signifikansi perayaan keagamaan ini dalam struktur sosiokultural masyarakat.
“Peringatan Idul Adha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam yang merayakan, karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, tentang solidaritas sosial,” kata Fadli Zon.
Menurut Fadli Zon, nilai-nilai pengorbanan dan toleransi tersebut telah lama mengakar serta menjadi bagian integral dari tradisi tolong-menolong dalam kehidupan sosial budaya di Indonesia.
Masyarakat kini mulai menyambut hari raya dengan mempersiapkan ucapan selamat, doa, dan kata-kata bermakna untuk dibagikan kepada keluarga maupun kerabat melalui media sosial, seperti dilaporkan oleh cnnindonesia.com.