Pemerintah Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Keputusan ini diambil melalui sidang isbat awal Zulhijah 1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan mengetahui bacaan takbiran yang benar menjelang hari raya tersebut, seperti dikutip dari Medcom.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar memberikan penjelasan mengenai dasar penetapan tanggal hari raya tersebut pada Selasa, 26 Mei 2026.
"Berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal, disepakati bahwa tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, tanggal 18 Mei 2026 Masehi. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu, tanggal 27 Mei 2026 Masehi," jelas Nasaruddin Umar.
Sebelum melafalkan bacaannya, umat Islam perlu memahami bahwa terdapat dua jenis takbiran pada Hari Raya Iduladha, yaitu Takbir Mursal dan Takbir Muqayyad.
Takbir mursal, atau yang dikenal sebagai takbir mutlak, merupakan takbir yang dikumandangkan tanpa terikat oleh waktu salat. Masyarakat dianjurkan melafalkan takbir ini kapan saja dan di mana saja sepanjang bulan Zulhijah untuk meningkatkan amalan zikir.
Secara hukum fikih, pelaksanaan takbir mursal dimulai sejak memasuki tanggal 1 Zulhijah hingga sebelum salat Iduladha dimulai pada 10 Zulhijah. Pada praktiknya, puncak syiar takbir ini paling ramai dikumandangkan oleh masyarakat pada malam menjelang hari raya.
Sementara itu, takbir muqayyad adalah takbir yang pelaksanaannya terikat oleh waktu khusus. Jenis takbir ini wajib dibaca tepat setelah umat Islam menyelesaikan ibadah salat fardu lima waktu.
Waktu pelaksanaan takbir muqayyad dimulai sejak masuk waktu salat Subuh pada hari Arafah tanggal 9 Zulhijah. Amalan ini terus berlanjut hingga waktu Asar pada hari terakhir Tasyrik, yaitu tanggal 13 Zulhijah.
Bacaan Takbiran Iduladha
Berikut adalah lafal takbir Iduladha versi pendek yang dapat dibaca oleh umat Islam:
ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ููุง ุฅููฐูู ุฅููููุง ุงูููู ููุงูููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ูููููููฐูู ุงููุญูู ูุฏู
Allฤhu akbar, Allฤhu akbar, Allฤhu akbar. Lฤ ilฤha illallฤhu wallฤhu akbar. Allฤhu akbar wa lillฤhil hamdu. Artinya, โAllah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.โ
Selain versi pendek, umat Islam juga biasa melafalkan bacaan takbir yang dilengkapi dengan zikir sebagai berikut:
ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ููุจูููุฑูุง ููุงูุญูู ูุฏู ูููููฐูู ููุซููููุฑูุง ููุณูุจูุญูุงูู ุงูููู ุจูููุฑูุฉู ููุฃูุตูููููุง ููุง ุฅููฐูู ุฅููููุง ุงูููู ููููุง ููุนูุจูุฏู ุฅููููุง ุฅููููุงูู ู ูุฎูููุตููููู ูููู ุงูุฏูููููู ูููููู ููุฑููู ุงูููุงููุฑูููููุ ููุง ุฅููฐูู ุฅููููุง ุงูููู ููุญูุฏููู ุตูุฏููู ููุนูุฏููู ููููุตูุฑู ุนูุจูุฏููู ููุฃูุนZู ุฌูููุฏููู ููููุฒูู ู ุงูุฃูุญูุฒูุงุจู ููุญูุฏูููุ ููุง ุฅููฐูู ุฅููููุง ุงูููู ููุงูููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููู ุฃูููุจูุฑู ูููููููฐูู ุงููุญูู ูุฏู
Allฤhu akbar kabฤซrฤ, walhamdu lillฤhi katsฤซrฤ, wa subhฤnallฤhi bukratan wa ashฤซlฤ, lฤ ilฤha illallฤhu wa lฤ naโbudu illฤ iyyฤhu mukhlishฤซna lahud dฤซna wa law karihal kฤfirลซn, lฤ ilฤha illallฤhu wahdah, shadaqa waโdah, wa nashara โabdah, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzฤba wahdah, lฤ ilฤha illallฤhu wallฤhu akbar. Allahu akbar walillahilhamdu
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah."