Kemenag RI Tetapkan Hari Arafah Jatuh Pada 26 Mei 2026

Kemenag RI Tetapkan Hari Arafah Jatuh Pada 26 Mei 2026

Kementerian Agama RI bersama Mahkamah Agung Arab Saudi menetapkan Hari Arafah atau 9 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Keputusan ini berimplikasi pada penetapan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dilansir dari Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kemenag RI, kepastian tanggal tersebut menjadi acuan penting bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji untuk bersiap menjalankan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah sendiri dilaksanakan pada 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah ditunaikan pada 9 Zulhijah bertepatan dengan momen wukuf jemaah haji di Padang Arafah.

Sebagai langkah pembinaan keagamaan remaja menyambut bulan mulia ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Jetis menggelar kajian keputrian bagi siswi SMP Negeri 6 Yogyakarta pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan pembentukan karakter dan penguatan spiritual yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam, Ismiyati dan Muthi’ah Zuhrotunnisa.

"Bulan Dzulhijjah adalah waktu yang sangat istimewa. Amal ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari pertama memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT, sehingga penting bagi kita untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan," ujar Ismiyati, Penyuluh Agama Islam KUA Jetis.

Pihak KUA Jetis menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan lembaga pendidikan dalam melahirkan generasi muda yang taat beragama dan berakhlak mulia melalui program serupa.

"Kami berharap para siswi tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan sejak usia sekolah sangat penting untuk membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia," ujar Muhammad Fauzan Fatkhulloh, Kepala KUA Jetis.

Berdasarkan panduan keagamaan yang dikutip dari CNN Indonesia dan Detikcom, terdapat sejumlah keutamaan besar bagi umat muslim yang menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah. Keutamaan tersebut meliputi penghapusan dosa kecil setahun lalu dan setahun yang akan datang, pembebasan dari api neraka, serta menjadi waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan doa.

Selain menahan lapar dan haus, umat Islam dianjurkan memaksimalkan momentum ini dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, meningkatkan bakti kepada orang tua, serta membaca istigfar.

Artikel terkait

Rekomendasi